Kupang, Ekorantt.com – Ketekunan Kornelis Bebengu mengolah lahan pertanian kini berbuah manis. Di balik keberhasilannya mengembangkan usaha, ada peran Kopdit Pintu Air yang ikut membantu melalui akses modal.
Warga Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang itu bergabung menjadi anggota Kopdit Pintu Air pada 2013.
Kornelis yang bermata pencaharian sebagai petani, punya lahan pertanian yang potensial. Namun belum dimanfaatkan secara maksimal karena modal yang terbatas.
Ia berinisiatif mengakses modal dari Kopdit Pintu Air untuk mengembangkan usaha pertanian – sawi, kol, terung, buncis, kacang panjang, dan jagung- demi menjawab kebutuhan warga Kota Kupang. Hasilnya pun melimpah hingga ia meraup jutaan rupiah sekali panen.
“Peluang pasar besar, apalagi jarak dari sini ke Kota Kupang sangat dekat. Saya butuh dukungan modal dari Pintu Air,” kata Kornelis kepada Ekora NTT pada pertengahan Juli lalu.
Sebelum menjadi anggota Kopdit Pintu Air, Kornelis hanya bisa menanam sekali dalam setahun karena sepenuhnya bergantung pada curah hujan. Kini, dengan modal yang cukup, ia mampu memanen hasil pertanian hingga tiga kali setahun. Hal itu berdampak pada produktivitas dan pendapatannya yang meningkat signifikan.
Kornelis merasakan betul dukungan Kopdit Pintu Air terhadap usaha pertaniannya. Keluarganya kini tinggal nyaman di sebuah rumah yang layak dan nyaman.
Perjuangan Kornelis tak sia-sia. Ia berhasil membiayai pendidikan anak-anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi. Tiga anaknya telah lulus kuliah.
Kornelis kemudian menyewa lahan-lahan tidur milik tetangganya yang untuk ditanami beragam sayuran. Kini, dari musim ke musim, kebunnya terus memroduksi hasil panen yang melimpah.
Menurut Kornelis, usaha budi daya sayuran memberikan prospek yang baik. Para pengepul biasa datang langsung ke lahannya. Setelah mencapai kesepakatan, sayuran segera dipanen dan diangkut untuk dipasarkan ke kota.
“Pintu Air yang membuat beta berubah, ini sungguh-sungguh nyata,” katanya.
“Kalau dulu saya tidak bergabung menjadi anggota Kopdit Pintu Air kehidupan beta dan sonde seperti ini,” tutur Kornelis.
Ketua Komite Kopdit Pintu Air Cabang Oesao, Andreas L. Takaeb, dan Manajer Cabang, Alexander Reghu, keberhasilan Kornelis bukan sesuatu yang muncul begitu saja. Tapi kesuksesan itu lahir dari keberanian mengambil peluang dan ketekunannya dalam bertani.
Kornelis layak untuk menjadi teladan bagi anggota Kopdit Pintu Air yang lain. Terbatasnya latar belakang pendidikan bukan menjadi penghalang demi mewujudkan hidup sejahtera.
“Dia mampu membaca peluang dan menjadikan Kopdit Pintu Air sebagai lembaga yang menjadi mitra untuk mendukung usahanya,” tutur Andreas.
Manajer Cabang Oesao, Alexander Reghu berkata, Kornelis adalah anggota yang sangat tertib dalam menjalankan kewajibannya. “Semoga ada anggota lain yang seperti Bapak Kornelis bisa kembangkan usaha supaya hidup sejahtera.”
