Ruteng, Ekorantt.com – Sebanyak delapan pasien korban gempa Flores masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Bandara Frans Sales Lega Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Rumah sakit lapangan ini menjadi lokasi pemindahan pelayanan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng setelah sejumlah bagian bangunan RSUD Ruteng rusak akibat gempa Flores berkekuatan 7,7 magnitudo.
“Sampai kemarin itu ada delapan pasien yang masih menjalani perawatan,” kata Rista Mari, staf humas pada lembaga itu pada Kamis, 10 September 2026.
Sejauh ini, kata dia, total pasien korban bencana yang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 151 orang. Mereka dengan kategori patah tulang maupun dampak lanjutan selama tinggal di posko pengungsian.
“Puji Tuhan kita dapat banyak bantuan dari relawan, karena situasi gempa, dokter yang internal itu sudah bekerja semaksimal mungkin sehingga ada yang sakit dan harus memang digantikan oleh dokter lain supaya perjalanan pelayanan tetap berjalan,” kata Rista.
Ia berkata, pihaknya sudah menambah jumlah dokter ortopedi, dokter spesialis anak, spesialis penyakit dalam, dan sejak hari pertama terjadinya gempa.
“Dan untuk saat ini kita ada bantuan dokter umum dan perawat ICU dan perawat NICU,” ucap Rista.
Namun, cuaca panas dan tiba-tiba hujan menjadi kendala dalam perawatan pasien di tenda darurat. Hal tersebut terjadi pada kemarin Selasa malam, 9 September 2026 mengalami kebocoran setelah diguyur hujan.
“Hujan yang sangat lebat sudah dilihat kendala-kendala apa saja dari tenda-tenda yang tersedia sehingga dari Pemda juga cepat tanggap untuk datang melihat dan membuat drainase bersama PUPR serta tentara.”
Di rumah sakit lapangan tersebut, pihaknya telah menyiapkan 143 tempat tidur untuk rawat inap dan ada 32 tempat tidur untuk non-rawat inap.
“Kita hampir sama seperti yang di Rumah Sakit Umum Ruteng. Untuk pelayanan spesialis kita tetap berjalan mulai dari spesialis obgin, spesialis penyakit dalam, spesialis THT (Teling, Hidung dan Tenggorokan), spesialis jantung, saraf, bedah, anak, serta spesialis kulit,” tuturnya.
Data per 9 September, total korban meninggal dunia di Kabupaten Manggarai sebanyak 56 orang. Sementara luka berat dan yang sedang dirawat sebanyak 59 orang, sedangkan luka ringan sebanyak 582 orang.













