Puluhan Kader Posyandu Naitimu Belu Ikut Pelatihan Cegah Stunting

Pelayanan posyandu kini mencakup seluruh siklus kehidupan, tidak hanya ibu dan anak, tetapi juga kelompok lanjut usia.

Atambua, Ekorantt.com – Sebanyak 40 kader posyandu Desa Naitimu, Kabupaten Belu, mengikuti pelatihan 25 keterampilan dasar posyandu. Pelatihan ini untuk memperkuat kemampuan kader dalam memberikan pelayanan kesehatan sekaligus mendeteksi dan menangani kasus yang berisiko stunting.

Pelatihan digelar di Gedung Balai Pemasyarakatan Desa Naitimu pada Jumat, 28 Agustus 2026 dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Halilulik, pemerintah desa, serta unsur kecamatan.

Camat Tasifeto Barat, Tarsisius Edi, mengapresiasi dukungan Yayasan Seribu Cita Bangsa dalam meningkatkan kapasitas kader posyandu. Ia menilai pelatihan tersebut penting agar kader memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.

“Pelatihan harus disimak baik dalam rangka peningkatan kompetensi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini standar dari Dinas Kesehatan dalam membantu pelayanan secara menyeluruh kepada sasaran,” ujarnya.

Ia mengatakan, pelayanan posyandu kini mencakup seluruh siklus kehidupan, tidak hanya ibu dan anak, tetapi juga kelompok lanjut usia.

Sementara itu, Implementasi Manager Yayasan Seribu Cita Bangsa, Dev Taunu, mengatakan pihaknya sedang menjalankan program di tujuh kabupaten, yakni Sikka, Belu, Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.

Program yayasan, kata Dev, diarahkan untuk membantu pemerintah memperkuat layanan primer melalui pelatihan kader, penguatan sistem pelayanan, serta advokasi kebijakan di tingkat provinsi, kabupaten, hingga nasional.

Pelatihan kader dilakukan melalui dua metode, yakni online dan offline. Pembelajaran online memberikan kesempatan kepada kader untuk mempelajari materi secara mandiri melalui aplikasi di telepon seluler masing-masing.

Sedangkan pelatihan offline lebih diarahkan pada penguatan keterampilan praktis yang dibutuhkan kader ketika memberikan pelayanan di posyandu.

“Kami berharap melalui pelatihan ini pengetahuan dan keterampilan kader meningkat, sehingga pelayanan di posyandu, pemantauan wilayah setempat dan sistem kunjungan rumah dapat berjalan dengan baik,” ujar Dev.

Dengan peningkatan kapasitas, ia berharap program promotif dan preventif di tingkat masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Dev menegaskan, penguatan kader merupakan bagian dari upaya yayasan mendukung pemerintah dalam menekan persoalan stunting, terutama melalui intervensi sejak 1.000 hari pertama kehidupan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kabupaten Belu, Ika Dewi Bere, mengatakan penguasaan 25 keterampilan dasar Posyandu penting bagi kader agar mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia berharap kader dapat menerapkan hasil pelatihan dalam kegiatan Posyandu, termasuk melakukan pemantauan terhadap sasaran yang memiliki risiko stunting serta memperkuat edukasi kesehatan kepada keluarga.

TERKINI
BACA JUGA