Ende, Ekorantt.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende mencatat satu orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.7 yang mengguncang pulau Flores pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026.
“Sebelum gempa korban tersebut sudah dirawat, lalu meninggal karena syok,” kata Kepala BPBD kabupaten Ende Marselus Eclesianus Meta dalam keterangan pers di Ende pada Sabtu sore.
Sementara itu, 14 orang lainya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende. Sebanyak 11 orang di antaranya mengalami luka ringan, dua orang patah tulang, dan satu orang lainnya mengalami cedera kepala.
“Untuk yang luka ringan sudah dipulangkan ke rumah masing-masing usai dirawat. Sementara untuk yang patah tulang dan cedera kepala masih dirawat di sini,” kata dia.
Gempa bumi Flores juga merusak rumah warga. Data sementara BPBD Kabupaten Ende menunjukkan 81 rumah penduduk mengalami kerusakan. Sebanyak 65 rumah di antaranya rusak ringan, dua rusak sedang, dan 14 rusak berat.
“Untuk fasilitas ibadah ada enam unit kategori rusak ringan, fasilitas pelayanan publik ada lima unit dan fasilitas pendidikan dua unit yang mengalami rusak ringan, 14 fasilitas kesehatan rusak,” sebut Marselus.
“Jalur transportasi terdapat empat titik rusak, di antaranya Jalan Trans Ende Nagekeo, Trans Ende Arubara, dan Trans Ende Wolotopo,” lanjutnya.
Pemkab Ende, kata Marselus, telah membuka posko bencana berlokasi di Kantor BPBD Kabupaten Ende. Pemerintah kemudian mendata korban terdampak dan kerusakan akibat bencana.
Selain itu, pemerintah membersihkan material runtuhan tebing yang menutup beberapa titik badan jalan dalam wilayah Kabupaten Ende.
“Kami sudah membuka tenda penampungan sementara untuk pelayanan darurat di RSUD Ende, dan pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan,” kata Marselus.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gempa susulan.













