Puluhan Gedung Sekolah di Ende Rusak Akibat Gempa Flores

Ende, Ekorantt.com – Gempa Flores bermagnitudo 7,7 menyebabkan 44 gedung sekolah di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur mengalami kerusakan. Tingkat kerusakan bervariasi mulai dari yang ringan hingga rusak berat.

“Ada enam unit mengalami rusak ringan, 24 unit rusak sedang dan 12 unit rusak berat. Dari total tersebut ada 26 sekolah TK/PAUD, SD dan SMP,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Venantius Minggu kepada Ekora NTT pada Minggu malam, 16 Agustus 2026.

“Kerusakan yang terjadi sesuai dengan pantauan kita di lapangan adalah semua loteng roboh, lalu tembok retak besar, atap seng itu bolong,” sambungnya.

Akibat kerusakan itu, kata Venantius, kegiatan belajar mengajar diberhentikan.

Data kerusakan berpotensi mengalami peningkatan. Belum semua sekolah mengirimkan data kondisi pascagempa. Keterlambatan pengiriman data disebabkan gangguan jaringan telekomunikasi.

“Jadi belum ada data yang riil dari para kepala sekolah yang sekarang berada di lapangan untuk menyampaikan laporan,” imbuh dia.

Venantius berjanji akan turun ke setiap kecamatan untuk mendata tingkat kerusakan di sejumlah fasilitas pendidikan.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah akan membangun sekolah darurat, sehingga proses pembelajaran tetap berjalan. Sebab bagi Venantius, pembelajaran merupakan hak para peserta didik.

Ia juga sedang berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk datang ke Kabupaten Ende. Menurut rencana, utusan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah datang membawa tenda untuk proses belajar mengajar di luar kelas.

Kepala SDI Nangapanda 3, Egidius Sama Saja bilang, sebanyak enam ruangan kelas di sekolahnya kini tidak bisa digunakan karena rusak parah.

“Banyak dinding ruangan kelas itu sudah retak dan juga plafon dalam ruangan kelas semua ambruk,” ujarnya saat dihubungi dari Ende pada Minggu sore.

Pihak sekolah, kata Edigius, sudah melaporkan kerusakan tersebut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Ende dan berharap segera ditindaklanjuti.

Sambil menunggu perbaikan dari pemerintah, ia meminta agar dibangun tenda di halaman sekolah agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

“Kita berharap agar situasi tersebut cepat pulih dan kerusakan tersebut segera direspons oleh pemerintah sehingga proses belajar mengajar bisa kembali berjalan normal,” tutup Egidius.

TERKINI
BACA JUGA