Ruteng, Ekorantt.com – Tenda darurat Rumah Sakit Lapangan (RSL) Bandara Frans Sales Lega di Kabupaten Manggarai mengalami kebocoran setelah diguyur hujan Selasa malam, 9 September 2026. Hal itu sempat memicu kepanikan hingga terganggunya pelayanan medis bagi para pasien.
Para petugas medis membenahi terpal yang bocor, kemudian menagevakuasi para pasien yang ke tenda yang tak aman. “Jumlah pasien rawat inap ada 99 orang tetapi petugas mengevakuasi pasien ke tenda yang tidak bocor,” kata Rista Mari, Humas pada rumah sakit itu, pada Rabu, 9 September 2026.
Selain itu, kata dia, air juga mengenai saklar dan sejumlah colokan listrik. Petugas Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) segera mematikan sebagian peralatan medis untuk mencegah korsleting.
Namun, peralatan medis yang menunjang keselamatan pasien, seperti ventilator, tetap dioperasikan. “Bapak Bupati (Herybertus Nabit), pihak Dinas Kesehatan dan Dinas PUPR serta beberapa pejabat struktural rumah sakit berjibaku untuk melihat situasi dan beberapa ruangan yang terkena air hujan segera dibersihkan,” katanya.
Manajemen rumah sakit, kata dia, sudah membuat saluran drainase agar air hujan tidak tergenang di satu titik tertentu.
Ia menambahkan, kebutuhan terpal bertambah karena beberapa ruangan masih memerlukan terpal dan tenda. Pihaknya juga membutuhkan palet sebagai alas untuk menyimpan alat kesehatan dan obat-obatan.
“Diperkirakan pelayanan di RSL masih akan berlangsung lama,” ujarnya.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng tak beroperasi karena mengalami rusak berat akibat gempa pada 15 Agustus lalu. Hadirnya Rumah Sakit Lapangan di Bandara Frans Sales Lega tentu saja memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan.













