Ruteng, Ekorantt.com – Dua ekor anjing di Kota Ruteng, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, terkonfirmasi positif terinfeksi virus rabies berdasarkan hasil uji laboratorium Dinas Peternakan setempat.
Kepala Dinas Peternakan, Yustina A. Ladjar mengatakan, temuan dua ekor Hewan Penular Rabies (HPR) ini setelah dilakukan eliminasi dan pengujian sampel pada organ otak.
Ia berkata, eksekusi terhadap kedua ekor HPR ini dilakukan oleh warga dan Pemerintah Kelurahan Karot dan berlangsung dalam dua hari berbeda.
Eksekusi pertama berlangsung di RT 035 pada Kamis, 15 Oktober, sedangkan eksekusi kedua di kompleks Rumah Potong Hewan (RPH) di Karot pada Jumat, 16 Oktober.
“Setelah dua ekor anjing dieksekusi, sampel organ otaknya diambil dan dilakukan uji laboratorium di Dinas Peternakan Manggarai. Hasilnya positif terinfeksi virus rabies,” kata Yustina pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Menurutnya, satu ekor anjing rabies yang ditemukan di kompleks RPH, awalnya memang sudah dicurigai rabies saat menggigit anjing lain hingga bagian kaki terluka dan patah.
Sedangkan satu ekornya lagi dicurigai rabies ketika hendak menyerang warga. Sejauh ini belum ada laporan gigitan terhadap manusia, kata Yustina.
“Tapi kita belum tahu, apa selama ini antara sesama anjing saling gigit. Apalagi di kompleks RPH itu ada banyak anjing liar yang datang makan tulang sisa potong hewan,” ujarnya.
Ketika ditemukan dua ekor anjing terkonfirmasi rabies, Yustina menuturkan, petugas Dinas Peternakan bersama pemerintah kelurahan dan warga, bersepakat untuk mengeliminasi anjing yang berkeliaran.
Upaya tersebut demi menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama.
Yustin menambahkan, sementara terkait program vaksinasi HPR, secara rutin diselenggarakan oleh Dinas Peternakan bersama Pemerintah Kelurahan Karot.
Meski begitu, masyarakat tetap diimbau untuk tidak melepasliarkan anjing sembarangan. Kata Yustina, minimal dikandang atau dirantai untuk mencegah penyebaran virus rabies lebih luas.
“Kegiatan penertiban terhadap anjing liar, kami rutin lakukan selama ini. Tapi dengan kasus baru ini, kami akan lanjutkan eliminasi sambil jalan melakukan sosialisasi. Lalu untuk vaksinasi, juga berjalan,” pungkasnya.













