Napak Tilas di Kampung Tanjung Darat

Tanjung Darat, Ekorantt.com – Selama ini Kabupaten Sikka dikenal dengan keindahan Taman Laut Teluk Maumere, Patung Maria Bunda Segala Bangsa yang berada di Bukit Nilo serta  Gereja Tua di Desa Sikka.

Namun, tidak banyak orang yang tahu bahwa ada suatu tempat yang layak untuk dijelajahi. Nama tempat itu adalah Tanjung Darat.

Meski tidak sepopuler Taman Laut Teluk Maumere, Tanjung Darat tentu saja memiliki keindahan yang tersendiri. Ada sebuah desa yang diselimuti pasir putih dengan panorama barisan bukit serta lautan biru yang membuat  mata seolah-olah tak berkedip.

Daerah ini masih sangat alami dan jarang dikunjungi.

Tanjung darat terletak di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Dari Kota Maumere ke Tanjung Darat, perjalanan dapat ditempunh selama satu setengah jam.

iklan

Sepanjang perjalanan, tampak  barisan bukit, lautan biru, perkebunan kelapa, dan rumah penduduk pedesaan. Di Tanjung Darat terdapat sebuah desa yang bernama Napung Gelang.

Desa tersebut tepat berada di antara barisan bukit dan lautan biru dengan jajaran pulau-pulau di depannya, seperti Pulau Babi, Pulau Pangabatang,  Pulau Pamana dan Pulau Besar serta hutan bakau.

Desa ini sangat unik karena diselimuti hamparan pasir putih yang  menyilaukan mata dan topografi jalannya juga berupa pasir putih yang mengeras sehingga bisa dilewati kendaraan.

Sebagian besar masyarakat yang bermukim di sini merupakan penduduk pendatang yang berasal dari Buton dan Waigete. Pekerjaan mereka sehari-hari; melaut dan beternak sapi.

Lantas, pada barisan bukit dan hamparan sabana yang luas kita dapat menyaksikan  ratusan sapi milik penduduk. Lokasi di Tanjung Darat memang cocok untuk beternak sapi.

Tanjung Darat juga memiliki tempat bersejarah yang perlu diketahui dan dikunjungi, yakni Bandara Sukojo Tanjung Perak yang didirikan pemerintah Jepang semasa menjajah Indonesia. Peninggalan bandara yang dapat dilihat, berupa landasan pacu dan tugu peringatan berdirinya bandara.

Persis di depan Tanjung Darat, terdapat sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Babi. Pulau kecil ini menjadi tempat untuk berladang. Sebagian besar orang mengira pulau ini sudah tenggelam semenjak tragedi Tsunami tahun 1992.

Pulau Babi juga memiliki pantai pasir putih dan jajaran pohon kelapa yang begitu banyak. Kita juga bisa menikmati keindahan laut. Ada  keanekaragaman terumbu karang yang unik dan biota laut lainnya.

Pada saat tertentu tampak lumba-lumba berdatangan. Dari Tanjung Darat kita bisa berjalan kaki ke Pulau Babi pada saat laut surut. Saat menyusuri lokasi ini kita akan melihat masyarakat yang  mengangkut hasil bumi dari dan ke Pulau Babi yang berjalan ditengah laut tanpa takut.

Kita akan terheran-heran melihatnya bahkan ingin mencobanya. Menarik bukan? (Yuven Fernandez)

TERKINI
BACA JUGA