Joko Pinurbo. Sumber: gramedia.com

Yogyakarta, Ekorantt.com – Pada acara bincang-bincang santai “Sastra dan Puisi Kopi” dalam Jogja Cofee Week di area Jogja Expo Centre, Yogyakarta, Rabu (7/8/19), sastrawan kenamaan Indonesia, Joko Pinurbo, sempat menyentil proses kreatif penulisan karya-karya dia yang membicarakan tema “kopi”. Terutama berkaitan dengan buku puisi “Surat Kopi” yang diterbitkan oleh Motion Publishing tahun 2014 lalu.

Jokpin, demikian dia biasa disapa, menjelaskan, nukilan karya itu merupakan metafora yang lain dari peristiwa “anggur” dalam Kitab Suci (Perjanjian Baru). Secara khusus kisah perjamuan malam terakhir antara Yesus dan para murid.

Jokpin tergugah untuk memberikan nafas spiritual bagi puisi-puisinya. “Saya punya visi personal akan itu. Saya pakai kopi sebagai pengganti anggur. Untuk konteks Indonesia, minuman yang spiritual itu, ya, kopi. Makanya, saya pakai metafor kopi, bukan anggur. Biar lebih kontekstual. Dan, bagi saya, minum kopi itu sendiri sebagai peristiwa perjamuan malam terakhir dalam artian yang lain,” paparnya.

Maka dari itu, dia menegaskan bahwa kopi juga laku minum kopi bukanlah sekadar aktvitas biasa atau sekadar untuk keren-kerenan seiring menjamurnya banyak tempat ngopi di Indonesia.

Kopi dalam kreativitas Jokpin adalah juga semacam ibadah. Di situ hidup dirayakan pun direfleksikan, ide dipertautkan pun didiskusikan dan semuanya bisa menjadi roh penggerak bagi penjalanan hidup manusia.

Sementara itu, Alkitab atau Kitab Suci tampil sebagai penuntun, pemberi ide untuk menghasilkan karya-karya yang jatmika.

“Jujur saja, saya ini banyak terinspirasi dari Kitab Suci. Saya curi banyak ide di sana. Menulis itu sebenarnya ‘kan mencuri juga. Hanya ingat, tekniknya harus canggih. Jangan sampai kita hanya meng-copy lurus-lurus karya orang lain,jelas figur yang baru selesaikan novel terbarunya “Srimenanti” itu.

Sebagaimana pemberitaan media ini sebelumnya, dalam kesempatan bincang-bincang santai itu, Jokpin diundang bersama penyair dan aktor Gunawan Maryanto untuk membicarakan ide-ide mereka terkait kopi dalam kesustraaan.

Pada kesempatan itu juga, Jokpin sempat membacakan salah satu penggalan puisinya, sebagai berikut.

“”Aku tahu mengapa kau suka minum kopi susu. 

Kopi membuat matamu menyala, 

susu membuat matamu manja.” 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here