Panorama bukit Wolobobo, Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Flores-Nusa Tenggara Timur. (Foto: Adeputra Moses/Ekorantt.com)

Bajawa, Ekorantt.com – Bukit wisata Wolobobo akhir-akhir ini begitu populer di sosial media. Sejak mulai ramai dipublikasikan pada pertengahan tahun 2017 lalu, bukit yang terletak di Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Flores-Nusa Tenggara Timur ini kian merangsang rasa penasaran para traveler dan fotografer, baik lokal maupun mancanegara. Para wisatawan belakangan mulai ramai, silih berganti datang mengunjungi tempat ini.

Panorama dari atas Bukit Wolobobo begitu memanjakan mata. Gunung Inerie yang dibiasi kabut dan awan, menjulang tinggi ke angkasa, memberikan kesan mewah sekaligus sederhana. 

Sejauh mata memandang, terlihat hamparan pepohonan hijau berselimut kabut yang kadang tebal, kadang tipis. Kabut-kabut tipis dan tebal itu memayungi ngarai-ngarai dan lembah, membentuk serupa sebuah danau putih yang luas dan dalam. Orang seakan-akan dirangsang untuk terjun dan berenang, menerobos kabut-kabut tersebut.

Keasrian Wolobobo sungguh memiliki pesona dan daya pikat yang luar bisa kuat. Ia seolah sebuah negeri di atas awan. Begitu damai dan tenang.

Di bukit ini, telah disediakan sejumlah lopo dan saung sebagai tempat rehat bagi pengunjung.

Beberapa pengunjung menjadikannya sebagai tempat menyantap bekal bersama keluarga. Yang lain menjadikannya tempat ngobrol dan diskusi. Anak-anak muda, entah yang berpasangan maupun yang jomblo ber-wefie ria di sekitarnya. Dari bukit ini pemandangan kota Bajawa dan Gunung Inerie bisa dijadikan background yang bagus untuk memperindah foto-foto pribadi dan memenuhi feed instagram. 

Pengunjung tak perlu khawatir pada akses jalan menuju bukit Wolobobo. Dari kota Bajawa, dibutuhkan kurang lebih 15 menit perjalanan menuju tempat ini. Kondisi jalan menuju Wolobobo pada umumnya baik. Meski di beberapa bagian, masih terdapat jalan yang rusak dan berlubang.

Sebelum sampai ke puncak, pengunjung akan melintasi jalan-jalan yang menanjak dan berkelok. Di kanan dan kiri jalan, berbagai pemandangan dahsyat, entah alam, entah kehidupan masyarakat sekitar dengan karakater budaya yang khas  dapat dijumpai dengan mudahnya.

Dedimus Sendi, salah satu pengunjung berpendapat bahwa keindahan Wolobobo sangat cocok untuk refreshing, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Ia berharap agar keasrian tempat ini tidak dirusak oleh sampah-sampah para wisatawan.

Melalui Ekorantt.com, ia menitip pesan kepada  setiap pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan, sehingga keindah bukit Wolobobo tetap terawat, asri, dan lestari.

“Saya merasa begitu bahagia berkunjung ke tempat yang indah seperti ini”, ujarnya.

Lebih lanjut, Sendi juga berharap agar Pemerintah Daerah Ngada melalui dinas-dinas terkait bisa memperhatikan akses jalan menuju Wolobobo. Di beberapa bagian, masih terdapat banyak lubang dan kerusakan.

“Jalan ke tempat ini masih rusak. Semoga pemerintah bisa lebih memperhatikannya”, pungkas pria kelahiran Manggarai Timur itu.

Adeputra Moses

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here