Jumat, 29 Mei 2020

20 Sampan Nelayan Latung Warnai Festival Riung dan Permainan Rakyat di Ngada

- Advertisement -

Riung, Ekorantt.com- Sebanyak 20 sampan nelayan dari Desa Latung, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada mewarnai pembukaan Festival Riung dan permainan rakyat yang berlangsung pada 29 dan 30 Oktober 2019.

Pejabat Kepala Desa Latung Paulus Lali mengatakan, sejumlah sampan sengaja disiapkan agar para pengunjung yang datang ke festival tersebut dapat melihat langsung semua potensi di Desa Latung.

“Kita disini punya potensi wisata yang luar biasa. Hanya kita terkendala karena air susah dan tidak ada jaringan komunikasi. Kalau cari sinyal, kami terpaksa ke bukit yang ada di sebelah timur desa ini,” ujarnya.

Menurut Paulus, selain pariwisata, para penenun di desa tersebut masih menggunakan peralatan sederhana dalam membuat kain tenun dengan motif daerah setempat.

Camat Riung Alfian Sos dalam sambutannya mengatakan, festival tersebut bertujuan mengangkat kembali budaya dan seni masyarakat setempat sekaligus mengenalkan kembali budaya kepada generasi muda.

Menurut Alfian, dalam mengelola pariwisata, sumber daya manusia sangat diperlukan.

Oleh karena itu, pelatihan dan sosialisasi sangat diperlukan.

“Kegiatan ini juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Ngada, khususnya dinas pariwisata, untuk mengangkat kembali potensi pariwisata dan permainan rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Ngada Paulus Soliwoa dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten I Setda Ngada Eman Dopo mengatakan, budaya merupakan kebanggaan masyarakat Ngada, khususnya masyarakat Riung.

Generasi sekarang wajib mengenal dan melestarikan budaya tersebut.

Menurut Soliwoa, Festival Riung dan permainan rakyat merupakan kesempatan emas bagi masyarakat Riung untuk secara mandiri mempromosikan potensi wisata di daerah tersebut.

“Saya mengajak kita untuk bersama-sama melestarikan dan mempromosikan potensi pariwisata kita sehingga generasi kita bisa mengenal budaya dan pariwisata,” ujarnya.

Dengan kondisi sampan yang sangat sederhana, para nelayan dari Desa Latung ikut dalam Festival Riung dan permainan rakyat yang digelar Pemda Ngada pada 29-30 Oktober 2019. BELMINRADHO/EKORANTT

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Ngada Bernadinus Dhey memberi apresiasi atas penyelenggaran kegiatan tersebut.

Dia berharap, Festival Riung dan permainan rakyat bisa berdampak pada perekonomian masyarakat Riung.

Selain itu, festival ini juga diharapkan dapat membangun tata kelola budaya dan pariwisata yang lebih baik.

Berny menantang Pemda Ngada agar bisa menggelar Festival Riung Raya.

Sebab, menurut dia, wilayah Riung cukup luas.

Festival Riung Raya tidak hanya mencakup wilayah di Kecamatan Riung saja, melainkan juga melibatkan wilayah kecamatan lainnya yang mempunyai kesamaan budaya seperti Kecamatan Riung Barat dan Kecamatan Wolomeze.

Bermin Radho

TERKINI

Hingga Bulan Mei, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga

Jakarta, Ekorantt.com - Otoritas Jasa Keuangan memperhatikan dampak pandemi Covid-19 yang relatif mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan, meskipun dari berbagai indikator dan...

Launching BLT DD, Bupati Djafar: Jangan Pakai untuk ‘Wuru Mana’

Ende, Ekorantt.com – Bupati Ende, H. Djafar H Achmad melaunching pembayaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 di Desa Nanganesa,...

Sekolah Virtual, ‘New Normal’, dan Dilema Daerah Tertinggal

Oleh: Louis Jawa* “Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT...

Carlos Sara Petu: Semangat dan Motivasi Bapak Mengalir ke Saya

Ende, Ekorantt.com – Ir. Marsel Petu meninggal dunia pada 26 Mei 2019 lalu dalam usia 55 tahun. Setahun setelah kepergian bupati kedelapan Ende ini,...

BACA JUGA

Demokrat Manggarai Bagi Sembako dan APD di Dua Kecamatan

Ruteng, Ekorantt.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat  Kabupaten Manggarai kembali membagikan 110 paket Sembako dan 150 masker untuk masyarakat di Kabupaten Manggarai,...

Tindakan Penutupan Jalan di Hikong Melawan Hukum

Maumere, Ekorantt.com - Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya, Marianus Gaharpung mengatakan, tindakan sepihak penutupan jalan umum yang dilakukan oleh Kepala Desa Hikong merupakan tindakan...

Akses Pasar Terbatas, Desa Detusoko Barat Kembangkan Inovasi ‘Dapur Kita’

Ende, Ekorantt.com - Ferdinandus Nando Watu, penggagas konsep ekowisata di Kabupaten Ende yang kini menjabat sebagai kepala desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende...

Kasih Sayang IKKA untuk Sesama Warga Alor di Kupang

Kupang, Ekorantt.com - Usai membagikan 4 ton beras kepada mahasiswa, kali ini, Ikatan Keluarga Kepulauan Alor (IKKA) Kota Kupang kembali memberi bantuan 190 paket...

Alumni SMAK Setia Bakti Sumbang Masker untuk Pedagang di Kota Ruteng

Ruteng, Ekorantt.com - Alumni SMAK Setia Bakti Ruteng angkatan tahun 2015 membagikan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker kepada para pedagang di Pasar Inpres...

Julie Laiskodat Bagi Sembako di Flotim, Katarina: Terima Kasih

Larantuka, Ekorantt.com - Sebagai bentuk kepedulian di tengah Covid-19, anggota Anggota DPR RI dari Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat memberikan sumbangan paket Sembako kepada...

BKH Bantu APD kepada Rumah Sakit dan Puskesmas di Manggarai

Ruteng, Ekorantt.com - Anggota DPR RI, Benny Kabur Harman (BKH) memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) di dua Rumah Sakit dan dua Puskesmas di...

Urus Protap di Perbatasan, AMAN Minta Bupati di Flores Tanggalkan Sentimen Wilayah

Ende, Ekorantt.com - Perbedaan penerapan Prosedur Tetap (Protap) perbatasan antar-kabupaten di Flores menimbulkan pergunjingan yang panas di tengah usaha mencegah penyebaran Covid-19. Timbulnya beberapa...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here