Aksi para nelayan dari Desa Latung, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada dalam acara pembukaan Festival Riung dan permainan rakyat yang berlangsung pada 29 dan 30 Oktober 2019. BELMINRADHO/EKORANTT

Riung, Ekorantt.com- Sebanyak 20 sampan nelayan dari Desa Latung, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada mewarnai pembukaan Festival Riung dan permainan rakyat yang berlangsung pada 29 dan 30 Oktober 2019.

Pejabat Kepala Desa Latung Paulus Lali mengatakan, sejumlah sampan sengaja disiapkan agar para pengunjung yang datang ke festival tersebut dapat melihat langsung semua potensi di Desa Latung.

“Kita disini punya potensi wisata yang luar biasa. Hanya kita terkendala karena air susah dan tidak ada jaringan komunikasi. Kalau cari sinyal, kami terpaksa ke bukit yang ada di sebelah timur desa ini,” ujarnya.

Menurut Paulus, selain pariwisata, para penenun di desa tersebut masih menggunakan peralatan sederhana dalam membuat kain tenun dengan motif daerah setempat.

Camat Riung Alfian Sos dalam sambutannya mengatakan, festival tersebut bertujuan mengangkat kembali budaya dan seni masyarakat setempat sekaligus mengenalkan kembali budaya kepada generasi muda.

Menurut Alfian, dalam mengelola pariwisata, sumber daya manusia sangat diperlukan.

Oleh karena itu, pelatihan dan sosialisasi sangat diperlukan.

“Kegiatan ini juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Ngada, khususnya dinas pariwisata, untuk mengangkat kembali potensi pariwisata dan permainan rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Ngada Paulus Soliwoa dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten I Setda Ngada Eman Dopo mengatakan, budaya merupakan kebanggaan masyarakat Ngada, khususnya masyarakat Riung.

Generasi sekarang wajib mengenal dan melestarikan budaya tersebut.

Menurut Soliwoa, Festival Riung dan permainan rakyat merupakan kesempatan emas bagi masyarakat Riung untuk secara mandiri mempromosikan potensi wisata di daerah tersebut.

“Saya mengajak kita untuk bersama-sama melestarikan dan mempromosikan potensi pariwisata kita sehingga generasi kita bisa mengenal budaya dan pariwisata,” ujarnya.

Dengan kondisi sampan yang sangat sederhana, para nelayan dari Desa Latung ikut dalam Festival Riung dan permainan rakyat yang digelar Pemda Ngada pada 29-30 Oktober 2019. BELMINRADHO/EKORANTT

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Ngada Bernadinus Dhey memberi apresiasi atas penyelenggaran kegiatan tersebut.

Dia berharap, Festival Riung dan permainan rakyat bisa berdampak pada perekonomian masyarakat Riung.

Selain itu, festival ini juga diharapkan dapat membangun tata kelola budaya dan pariwisata yang lebih baik.

Berny menantang Pemda Ngada agar bisa menggelar Festival Riung Raya.

Sebab, menurut dia, wilayah Riung cukup luas.

Festival Riung Raya tidak hanya mencakup wilayah di Kecamatan Riung saja, melainkan juga melibatkan wilayah kecamatan lainnya yang mempunyai kesamaan budaya seperti Kecamatan Riung Barat dan Kecamatan Wolomeze.

Bermin Radho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here