Jumat, 29 Mei 2020

Pembuangan Bayi di Ruteng, Ayah Si Bayi Enggan Bertanggung Jawab

- Advertisement -

Ruteng, Ekorantt.com – Peristiwa pilu pembuangan bayi yang dilakukan oleh salah seorang mahasiswi di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (24/10/2019) menimbulkan pertanyaan publik tentang motif yang melatari peristiwa tersebut.

Kapolres Manggarai, AKBP Cliffri Steinly Lapian, S.I.K melalui Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak PPA, Bripka Antonius Abun menjelaskan, SA membuang bayinya lantaran laki-laki yang menghamilinya enggan bertanggung jawab terhadap bayi mereka.

“Laki-lakinya sekarang bekerja di Bali,” kata Bripka Antonius kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (29/10/2019).

Laki-laki yang tidak disebutkan namanya itu sudah lama bekerja di Bali. 

Bripka Antonius menyampaikan, laki-lakinya sempat datang ke Manggarai dan berhubungan badan dengan SA. Setelah itu, si lelaki kembali ke Bali untuk lanjut bekerja di sana.

“Tetapi, setelah itu mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan percintaan mereka sampai sekarang,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kata Bripka Antonius, laki-lakinya nanti akan dipanggil untuk dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, sembari kepolisian mendalami informasi-informasi awal yang telah diperoleh dari pelaku.

“Jika laki-laki tidak terlibat langsung saat tindakan pembuangan bayi itu dilakukan, ia tentu belum bisa diproses,” katanya.

Dikatakan Bripka Antonius, selain karena ayah dari bayinya tidak mau bertanggung jawab, SA pun mengaku bahwa dirinya takut jika kehamilannya diketahui oleh pihak kampus dan orangtuanya. Karena rasa takut itulah SA mengambil keputusan untuk membekap dan membuang bayinya di tepi Kali Ngali Leok.

Untuk diketahui, SA telah menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan dan pembuangan bayinya pada Selasa (29/10/2019) di rumah kediamannya di Ngencung-Ruteng, Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong.

Mahasiswi semester akhir di UNIKA St. Paulus Ruteng itu menjalani 29 adegan rekonstruksi. 

Selama proses rekonstruksi, ia didampingi oleh pengacara dan konselor dari Universitas St.Paulus Ruteng.

Kedua orangtuanya juga turut menyaksikan seluruh rangkaian rekonstruksi tersebut. 

Kedua orang tua serta keluarga yang hadir tampak menangis, mengeluarkan air mata saat menyaksikan reka ulang kejadian pembuangan bayi yang dilakukan buah hati mereka.

Adeputra Moses

TERKINI

Menengok Kiprah Dosen IKTL Waibalun Kala Pandemi Covid-19

Larantuka, Ekorantt.com - Covid-19 yang tengah mengancam peradaban manusia hingga ke pelosok-pelosok desa menggerakkan civitas akademika IKTL Waibalun untuk terjun ke masyarakat. Mereka memberikan...

Hingga Bulan Mei, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga

Jakarta, Ekorantt.com - Otoritas Jasa Keuangan memperhatikan dampak pandemi Covid-19 yang relatif mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan, meskipun dari berbagai indikator dan...

Launching BLT DD, Bupati Djafar: Jangan Pakai untuk ‘Wuru Mana’

Ende, Ekorantt.com – Bupati Ende, H. Djafar H Achmad melaunching pembayaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 di Desa Nanganesa,...

Sekolah Virtual, ‘New Normal’, dan Dilema Daerah Tertinggal

Oleh: Louis Jawa* “Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT...

BACA JUGA

Alumni SMAK Setia Bakti Sumbang Masker untuk Pedagang di Kota Ruteng

Ruteng, Ekorantt.com - Alumni SMAK Setia Bakti Ruteng angkatan tahun 2015 membagikan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker kepada para pedagang di Pasar Inpres...

Sekolah Virtual, ‘New Normal’, dan Dilema Daerah Tertinggal

Oleh: Louis Jawa* “Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT...

Sejarah Kegilaan di Ujung Pena E. P. da Gomez

Oleh: Dr. Jonas K.G.D. Gobang, S.Fil.,M.A.* Michel Foucault menulis naskah disertasinya yang telah diedit menjadi sebuah buku saku berjudul Sejarah Kegilaan (Historie de la folie)....

Mantan Kades Lela Harus Diproses Hukum

Maumere, Ekorantt.com – Tidak berhenti pada pencopotan, Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya), Marianus Gaharpung mendesak agar mantan Kepala Desa Lela, Frederich Frans Baba...

HMI Sikka Bagi Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19

Maumere, Ekorantt.com - Mahasiswa IKIP Muhammadyah dan Universitas Nusa Nipa Maumere yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sikka memberikan Sembako untuk masyarakat yang terdampak...

BNI dan Pelindo Bagi Sembako dan APD untuk Warga Ende

Ende, Ekorantt.com - PT Bank Negara Indonesia Cabang Ende dan PT Pelindo Cabang Ende memberikan bantuan Sembako dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi warga...

Akses Pasar Terbatas, Desa Detusoko Barat Kembangkan Inovasi ‘Dapur Kita’

Ende, Ekorantt.com - Ferdinandus Nando Watu, penggagas konsep ekowisata di Kabupaten Ende yang kini menjabat sebagai kepala desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende...

“Tidak Ada Lagi Kabupaten yang Berusaha Menutup Perbatasannya”

Ekorantt.com - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan bahwa batasan antar-kabupaten segera dibuka. Para bupati/walikota diminta untuk membongkar kembali portal di perbatasan wilayah masing-masing. Demikian...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here