Jumat, 29 Mei 2020

Rabies Melonjak Drastis, Pemda Ngada Lakukan Eliminasi Selektif

- Advertisement -

Bajawa, Ekorantt.com – Fenomena melonjak drastisnya virus rabies di Kabupaten Ngada memacu Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada melakukan eliminasi selektif terhadap anjing-anjing liar yang berkeliaran dan yang tidak dikandangkan.

Pada tahun 2019, Dinas Peternakan Kabupaten Ngada mengirim 50 spesimen otak anjing kasus gigitan ke Balai Besar Veterin Denpasar. Tujuannya adalah mengecek kepastian virus rabies.

Dokter Yeni Goa

Menurut Dokter Hewan Yanuaria M.MA Goa, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan kabupaten Ngada, angka tersebut meningkat sangat drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2018, dari jumlah spesimen yang dikirim, pihaknya hanya mendapat sekitar 9 spesimen otak anjing yang positif rabies.

Per September 2019, angka sudah mencapai 36 spesimen yang positif rabies.

Pihaknya memprediksi, angka tersebut masih bertambah sampai Desember 2019.

Yanuaria menjelaskan, untuk menekan angkat tersebut, Dinas Peternakan Kabupaten Ngada, Polres Ngada, Sat Pol PP Kabupaten Ngada, dan Kodim 1625/Ngada telah melakukan eliminasi selektif yang dimulai dari Kecamatan Bajawa.

Menurut Yanuaria, eleminasi selektif dilakukan berdasarkan Surat Perintah Bupati Ngada pada tanggal 22 Juli 2019.

Sosialisasi surat perintah bupati itu sudah dilakukan melalui kepala desa dan lurah di seluruh Kabupaten Ngada.

Eliminasi selektif ini hanya menyasar anjing-anjing yang berkeliaran.

Tujuannya adalah agar anjing-anjing tersebut dipelihara dengan tertib.

Sebab, salah satu penyebab gigitan adalah karena anjing tidak diikat atau dikandangkan.

“Tujuan untuk mengurangi gigitan dan menekan penyebaran rabies sehingga bisa mencapai titik nol atau dalam arti tidak ada lagi gigitan,” ungkap Yanuaria.

Sementara itu, Yohanes Wuda (53), warga Desa Bela, Kecamatan Bajawa, mengatakan, dirinya mendukung penuh pemerintah daerah melakukan eliminasi selektif anjing liar. 

“Saya mendukung penuh kegiatan ini. Anjing liar atau tidak dikandangkan membuat warga khawatir. Apalagi kalau tidak divaksin, itu bisa mengancam keselamatan manusia,” ungkapnya.

Belmin Radho

TERKINI

Menengok Kiprah Dosen IKTL Waibalun Kala Pandemi Covid-19

Larantuka, Ekorantt.com - Covid-19 yang tengah mengancam peradaban manusia hingga ke pelosok-pelosok desa menggerakkan civitas akademika IKTL Waibalun untuk terjun ke masyarakat. Mereka memberikan...

Hingga Bulan Mei, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga

Jakarta, Ekorantt.com - Otoritas Jasa Keuangan memperhatikan dampak pandemi Covid-19 yang relatif mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan, meskipun dari berbagai indikator dan...

Launching BLT DD, Bupati Djafar: Jangan Pakai untuk ‘Wuru Mana’

Ende, Ekorantt.com – Bupati Ende, H. Djafar H Achmad melaunching pembayaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 di Desa Nanganesa,...

Sekolah Virtual, ‘New Normal’, dan Dilema Daerah Tertinggal

Oleh: Louis Jawa* “Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT...

BACA JUGA

BKH Bantu APD kepada Rumah Sakit dan Puskesmas di Manggarai

Ruteng, Ekorantt.com - Anggota DPR RI, Benny Kabur Harman (BKH) memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) di dua Rumah Sakit dan dua Puskesmas di...

BNI dan Pelindo Bagi Sembako dan APD untuk Warga Ende

Ende, Ekorantt.com - PT Bank Negara Indonesia Cabang Ende dan PT Pelindo Cabang Ende memberikan bantuan Sembako dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi warga...

Plus-Minus Pembelajaran Daring di Tengah Pandemi

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK, M. Pd* Sejak bulan Maret hingga sekarang, Indonesia terkena imbas pandemi Covid-19, sebagaimana yang terjadi di belahan dunia lain....

Sekolah Virtual, ‘New Normal’, dan Dilema Daerah Tertinggal

Oleh: Louis Jawa* “Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT...

Hidup Berpindah-pindah, Lukas Lodan Sekeluarga Menumpang Gubuk Reyot di Urunpigang

Maumere, Ekorantt.com - Nahas memang nasib yang dialami oleh Lukas Lodan dan Marta Pewa. Pasangan suami istri dengan empat anak ini harus tinggal berpindah-pindah...

Mantan Kades Lela Harus Diproses Hukum

Maumere, Ekorantt.com – Tidak berhenti pada pencopotan, Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya), Marianus Gaharpung mendesak agar mantan Kepala Desa Lela, Frederich Frans Baba...

Pelaku Perjalanan Asal Lembata Terlantar Dua Bulan di Flotim

Larantuka, Ekorantt.com – Puluhan pelaku perjalanan asal Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terlantar dua bulan lebih di FloresTimur. Mereka mengaku kecewa lantaran ditolak...

Dana Covid-19 di NTT, Leo Lelo: Rp810 Miliar Lebih Itu Bersumber Dari Mana Saja

Kupang, Ekorantt.com - Pemerintah Provinsi NTT telah merampungkan recofusing, realokasi, dan rasionalisasi anggaran penanganan Covid-19 di wilayah NTT. Dana Rp810 milliar yang bersumber dari...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here