Markus Markus sedang menggunting kuku seorang ODGJ

Borong, Ekorantt.com – Namanya Markus Makur. Ia seorang juru warta dari The Jakarta Post dan Kompas.com. Menjalani pekerja sebagai pewarta, Markus juga menunjukkan kepedulian yang besar terhadap para ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa).  

Nuraninya tergugah ketika menyaksikan Pastor Avent Saur dari Kongregasi SVD terlibat dalam Kelompok Kasih Insanis (KKI) yang menaruh perhatian pada para ODGJ.

Kerja Pastor Avent menginspirasinya untuk ikut bersama dalam gerakan peduli pada para ODGJ.

“Saya lihat kerja Pastor Avent itu lewat media sosial tahun 2016. Saya pikir saya juga harusnya ikut dalam kerja kemanusiaan seperti ini. Apa lagi di Manggarai Timur ini banyak ODGJ. Sebagai jurnalis saya pikir sudah saatnya saya terlibat dalam kerja-kerja seperti Pastor Avent,” demikian cerita Markus.

Menurut Markus, kerja sebagai pewarta tetap dijalankannya untuk menghidupi kebutuhan keluarga sedangkan kerja kemanusiaan ikut merawat ODGJ adalah panggilan nurani yang hukumnya wajib untuk dikerjakan.

“Saya bagi waktu antara pekerjaan utama dengan mengunjungi pasien gangguan jiwa yang di pasung,” katanya mantap.

Perjumpaan pertama dengan Pastor Avent pada awal tahun 2017 langsung menguatkan komitmennya untuk serius bekerja bagi para ODGJ.

Liputan-liputan dalam kerja jurnalistiknya pun banyak menangkat kisah pilu para ODGJ yang dianggap sampah masyarakat.

Sejumlah pasien ODGJ yang dijumpainya ia narasikan dalam catatan jurnalistiknya hanya untuk menggugah banyak pihak untuk ikut memberikan perhatian yang layak. Intensinya adalah karena sesama manusia harusnya saling diperhatikan. Terlebih bagi para ODGJ.

Yang unik dari setiap perjalanan untuk kerja jurnalistiknya adalah Markus selalu setia membawa gunting kuku.

“Saya selalu membawa gunting kuku di tas kerja. Suatu ketika di salah satu kampung di wilayah Ruteng. Ada pasien gangguan jiwa yang berkeliaran dan kuku kaki dan tangannya panjang. Saat itu saya bincang-bincang dengannya sambil minum kopi. Saat itu saya tawarkan untuk gunting kuku kaki dan tangannya yang panjang,” cerita Markus.

Pasien itu mau digunting kuku kaki dan tangannya. Markus pun mengambil gunting kuku dan mulai membersihkan kuku kaki dan tangan si ODGJ yang panjang.

Kini Markus telah bergabung bersama Kelompok Kasih Insanis (KKI). Ia ikut dalam kegiatan kemanusiaan merawat para ODGJ. Satu keunikan kerja kemanusiaan yang selalu ia tunjukan adalah menggunting kuku para ODGJ.

“Mereka itu butuh juga sentuhan kasih, saya sama sekali tidak jijik apalagi merasa risih. Intinya adalah pendekatan kita.

Salut Markus Makur, setia terus dengan misi kemanusiaanmu bersama kawan-kawan di KKI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here