Petani anggota KSU Nian Ue Wari bergotong royong membangun Pasar Tani

Larantuka, Ekorantt.com – Menyebut kata pasar, orang selalu menghubungkan sebagai suatu tempat bertemu pembeli dan penjual di suatu lokasi khusus yang selalu hingar bingar dengan massa yang banyak bahkan ada yang tidak saling kenal sebelumnya.

Hal ini lain dengan konsep yang dibangun di komunitas pengelola Hutan Kemasyarakatan (HKm) Wukoh Lewoloroh di perbatasan Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur.

Pasar Tani yang dimaksudkan komunitas ini adalah Pusat Informasi Antar Petani yang disingkat Pasar Tani. Konsep ini awal mula dicetus oleh Yayasan Ayu Tani Mandiri sebagai LSM pendamping di sana.

Awal mula menelorkan gagasan untuk membangun pasar, langsung dibantah oleh para pengurus koperasi KSU Nian Ue Wari. Dari rujukan hukum sangat tidak dibenarkan dibangun pasar di lokasi HKm.

Setelah mendiskusi lebih jauh, baru dirasa manfaatnya untuk petani. Pasar Tani dimaksud, bertujuan utama agar para petani yang tergabung dalam KSU Nian Ue Wari untuk saling menginformasikan usaha apa yang telah dilaksanakan dan usaha yang mana yang mau dijual.

Dengan informasi tersebut, para pengurus akan mencari pembeli yang cocok  demi memperkuat posisi tawar petani. Selain itu, petani bisa menjual langsung di Pasar Tani dengan sistem harga yang disepakati.

Ketua KSU Nian Ue Wari Antonius Lado sangat optimis akan gagasan ini. Menurutnya, sudah saatnya KSU Nian Ue Wari mulai fokus di sektor usaha pemasaran.

Sebagian produk sudah dihasilkan misalnya alphokat, kelapa, nangka, dan kopi. Juga aneka pangan yang dikembangkankan antara lain singkong, pisang, ubi jalar.

Walaupun terbatas, beberapa komoditas ini sudah berproduksi. Andai sistem pasar dikelola secara baik maka urusan peningkatan produksi akan dilakukan secara serius oleh petani.

Selain usaha tanam menanam, Antonius menegaskan, saat ini KSU Nian Ue Wari sudah melalukan pemupukan modal swadana dari anggota berupa uang pangkal Rp50.000/anggota (sekali setor selama menjadi anggota) dan iuran sebesar Rp2.500/angggota / bulan.

Uang tersebut akan dipergunakan untuk modal usaha anggota. Menurut gagasan pengurus, uang tersebut sebagai pemicu untuk usaha produktif anggota yaitu untuk usaha ternak ayam kampung atau usaha ternak babi.

Hal ini akan disepakati bersama pengurus sebelum dipinjamkan kepada anggota.

Usaha ternak ini akan bermuara pada sistem alur pemasaran bersama. Usaha dijalankan anggota.

Hasilnya akan dijual ke koperasi melalui Pasar Tani. Koperasi akan menjual ke luar dengan sistem yang saling menguntungkan antara anggota dan organisasi koperasi.

Koordinator Program Yayasan Ayu Tani Thomas Uran menegaskan, ide awal membangun Pasar Tani sebenarnya berawal dengan pemikiran bahwa lokasi HKm yang dikelola berada tepatnya di perbatasan Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur.

Jalan raya yang melintasi kedua kabupaten harus melewati lokasi HKm. Dan lokasinya persis di daerah puncak. Orang selalu beristirahat apabila melintasi wilayah ini.

“Untuk itu, kami merasa penting mengembangkan unit usaha yang mendatangkan manfaat kepada koperasi tani pengelola,” kata Thomas.

Pasar Tani, kata Thomas, selain sebagai sekretariat KSU Nian Ue Wari sekaligus sebagai tempat menjual buah kepada tamu yang mau beristirahat sejenak di sana.

Staf KPH Flores Timur, Oscar Lamuri dalam suatu pertemuan dengan masyarakat menyatakan,  sangat mendukung rencana pembangunan Pasar Tani dimaksud.

Apabila Pasar Tani sudah selesai dibangun maka KPH akan menjadikan lokasi tersebut sebagai lokasi perkemahan kepada yang berminat, dalam konteks mencintai alam.

Lokasi Wengot adalah lokasi yang amat alami. Dari Puncak Wengot kita dapat melihat pemandangan alam saat matahari terbenam di perairan laut Sulaweisi.

Di Pasar Tani akan dititip beberepa kemah yang siap dipinjam oleh mereka yang mau berkemah. Jasa pinjaman menjadi pemasukan KSU Nian Ue Wari. Usaha ini akan sangat mendukung IUP HKm yang telah dikantongi petani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here