Jumat, 3 Juli 2020

Pasca Meninggalnya Pasutri di Nagekeo, Umat Katolik Jawakisa Gelar Aksi Massa Menutup Aktivitas PT SAK

- Advertisement -

Mbay, Ekorantt.com -Pasca meninggalnya pasangan suami istri asal Desa Tengatiba, Kecamatan Aesesa Selatan, akibat kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di ruas jalan Aemali-Danga, ratusan umat Katolik Paroki Jawakisa di Kecamatan Aesesa Selatan yang tergabung dalam Forum Rendu Bersatu (FRB) menggelar demontrasi di Kantor Bupati Nagekeo, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nagekeo, dan di halaman Mapolsek Urban Aesesa.

Sebelum menuju Kantor Bupati, Kantor DPRD Nagekeo, dan Mapolsek Urban Aesesa, massa menyegel lokasi galian C milik PT Surya Agung Kencana (SAK) di Kampung Bo’ajeru, Desa Langedhawe, Kecamatan Aesesa Selatan.

Massa menyegel lokasi galian C milik PT Surya Agung Kencana (SAK) di Kampung Bo’ajeru, Desa Langedhawe, Kecamatan Aesesa Selatan.

Dalam orasinya, Forum Rendu Bersatu menuntut Pemerintah Kabupaten Nagekeo segera menutup aktivitas galian C milik PT SAK. Selama ini, perusahaan itu beroperasi di lokasi tersebut.

“Mari kita lihat, Bapak, Mama. Kita lihat bersama. Ini adalah lingkungan kita. Inilah wilayah kita di mana telah dirusak dan diperkosa oleh PT SAK yang menyebabkan kerusakan ekosistem,” ujar Faris Tiba, Ketua FRB.

Sementara itu, salah satu anggota forum, Will Lakimara, dalam orasinya mengatakan, masuknya belasan kendaraan bertonase besar lebih dari 8 ton di ruas Jalan Aemali-Danga diduga terjadi karena konspirasi antara pihak kepolisian dan pihak PT SAK.

Menurut Will, rambu larangan III C, sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), jalan arteri, kolektor, lokal, dan jalan lingkungan tidak boleh dilalui kendaraan bermotor dengan ukuran lebar melebihi 2.100 milimeter, panjang melebihi 9.000 milimeter, tinggi melebihi 3.500 milimeter, dan berat muatan sumbu melebihi 8 ton. Ketentuan ini dipertegas Surat Edaran Bupati Nagekeo Nomor 870/DISHUB-NGK/114/06/2018 tentang Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Berlalulintas pada tanggal 8 Juni 2018.

“Mari kita lihat kecelakaan yang menimpa dua pasutri tersebut beberapa hari lalu. Kecelakaan itu adalah ulah PT SAK. Kami tidak sedang mempersoalkan kendaraan mana yang beroperasi. Tetapi, masuknya kendaraan tersebut kami menduga adanya izinan dari pihak kepolisian,” ujarnya.

Sementara itu, Pastor Paroki Jawatiwa Pater Kamilus Dona Sopi saat audiens bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo Lukas Mere mengapresiasi Pemerintah Nagekeo atas kesempatan bertemu Forum Rendu Bersatu.

“Satu pertanyaan kritis dari kami, apakah ada keterlibatan institusi lain yang mem-back up para sopir atau pengusaha ini,” ujar Pater Kamilus.

Menurut Pater Kamilus, material di Bo’ajeru sudah habis tergerus. Oleh karena itu, beberapa bulan lalu, PT SAK menggandeng pengusaha lain untuk mendapatkan material baku dari DAS Aesesa.

“Jadi, ada argumen lain yang mengatakan bahwa itu bukan kendaraan PT SAK. Tetapi, orang lain yang membeli material PT SAK, bagi saya, argumen itu tidak berlaku karena kami melihat sendiri kendaraan yang sama bolak-balik dari DAS Aesesa, entah dari Dhawe atau Bo’asabi membawa material baku dari Bo’ajeru. Sebaliknya, dari Bo’ajeru membawa material batu yang sudah digiling ke proyek-proyek,” tegasnya.

Sekertaris Daerah Kabupaten Nagekeo Lukas Mere saat menerima massa aksi mengatakan, Pemerintah Daerah Nagekeo menyampaikan terima kasih kepada Forum Rendu Bersatu atas kehadiran di Kantor Bupati Nagekeo dalam menyampaikan persoalan yang dihadapi. Menurutnya, Bupati Nagekeo sejak telah melakukan rapat koordinasi dan memerintahkan dinas terkait untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut dalam rupa tindakan darurat.

“Pak Bupati sudah memerintahkan saya untuk menyiapkan sejumlah anggaran untuk santunan anak korban sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada rakyat,” ujarnya.

Menurut Sekda Lukas, terkait PT SAK, Bupati minta PT SAK harus memenuhi sejumlah persyaratan agar bisa beroperasi di lokasi tersebut.

Massa menyegel lokasi galian C milik PT Surya Agung Kencana (SAK) di Kampung Bo’ajeru, Desa Langedhawe, Kecamatan Aesesa Selatan.

Namun, Sekretaris Rendu Bersatu Aleksander Lape membantah hal tersebut. Dia meminta pemerintah segera menutup aktivitas PT SAK di lokasi tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Aesesa Ahmad, S.H. saat menerima massa aksi membantah tuduhan keterlibatannya dalam memberi izin kendaraan tersebut.

“Sebagai manusia, hati saya sakit ketika dibilang ada konspirasi. Tidak ada konspirasi. Apabila bisa membuktikan kami konspirasi, saya siap,” tegas Kapolsek Ahmad.

Belmin Radho

TERKINI

SWI Temukan 105 ‘Fintech Peer To Peer Lending’ Tanpa Izin

Kupang, Ekorantt.com - Satgas Waspada Investasi (SWI) berhasil menemukan 105 fintech peer to peer lending ilegal yang menawarkan pinjaman ke masyarakat melalui aplikasi dan...

Cerita Sukses Niko Beoang: Siapa Bilang Beternak Babi Itu Mahal?

Larantuka, Ekorantt.com - Bekerja sebagai pegawai kantor dan duduk manis di ruangan kerja memang menjadi rebutan bagi kebanyakan orang. Namun tidak bagi Frans Nikolaus...

Demo Mahasiswa Tolak Tambang di Matim, Begini Tanggapan Bupati Agas

Ruteng, Ekorantt.com - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng dan GMNI Cabang Manggarai menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Manggarai Timur, Kamis...

Kemenkop UKM Terus Gulirkan Relaksasi Pembiayaan bagi Koperasi di Tengah Pandemi

Jakarta, Ekorantt.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan, sebanyak 40 koperasi yang merupakan mitra Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM sudah 100...

BACA JUGA

Berebut Kursi Wabup Ende, PKB: Terlalu Dini Kita Bicara Nama Figur

Ende, Ekorantt.com - Tensi politik di Kabupaten Ende kembali memanas. Mengisi kekosongan kursi Wakil Bupati Ende, tujuh partai koalisi pendukung paket Marsel-Djafar belum menemukan...

Jumlah Pemilih di Kabupaten Ende Mencapai 170.183 Orang

Ende, Ekorantt.com – Jumlah pemilih di Kabupaten Ende mencapai angka 170.183 orang. Hal ini dikemukakan Ketua KPU Ende, Adolorata Maria Da Lopez Bi dalam...

Gubernur Laiskodat Minta Pemkab Ende Perbanyak Festival Pariwisata

Ende, Ekorantt.com – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta Pemerintah Kabupaten Ende untuk memperbanyak festival yang bernuasa pariwisata. Gubernur Laiskodat saat melakukan kunjungan kerja di...

Temu Media di Ende, BPJS Kesehatan Sosialisasi Penyesuaian Iuran

Ende, Ekorantt.com - Presiden Republik Indonesia menetapkan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 pada 5 Mei 2020 lalu. Perpres ini merupakan perubahan kedua atas...

Demo Mahasiswa Tolak Tambang di Matim, Begini Tanggapan Bupati Agas

Ruteng, Ekorantt.com - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng dan GMNI Cabang Manggarai menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Manggarai Timur, Kamis...

Johnny Plate Minta Masyarakat Manfaatkan Internet Desa untuk Kegiatan Produktif

Larantuka, Ekorantt.com - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Republik Indonesia, Johnny G. Plate meminta masyarakat desa agar memanfaatkan akses internet untuk kegiatan produktif. Hal...

Pelayanan Sakramen dan Ibadat di Keuskupan Maumere Kembali Dibuka

Maumere, Ekorantt.com – Pelayanan Sakramen dan ibadat di Keuskupan Maumere kembali dibuka menyambut new normal. Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu mengatakan, pelayanan...

Tertimbun Longsor Tebing, Seorang Penambang Pasir di Manggarai Tewas

Ruteng, Ekorantt com – Longsor tebing di Penggalian Pasir Cunca Durang, Kelurahan Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai membawa petaka. Pasalnya, Alexander R....
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here