Suasana RAT Koperasi Kredit Naa Nepe di Desa Libunio, Kecamatan So’a, Kabupaten Ngada, Minggu, 8 Maret 2020. POLISOA/EKORANTT

RAT ditengarai merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Kopdit Na’a Nepe berkomitmen menjadikan RAT Tahun Buku 2019 sebagai titik tolak untuk membangun koperasi berdasarkan semangat transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas.

Libunio, Ekorantt.com – Pada Minggu, 8 Maret 2020, Koperasi Kredit (Kopdit) Na’a Nepe So’a melaksanakan kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019 di Desa Libunio, Kecamatan So’a, Kabupaten Ngada. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pengurus, Pengawas, dan Anggota Kopdit Na’a Nepe serta Ketua Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Flores Mandiri dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Ngada.

Kopdit Na’a Nepe, yang berada dalam Naungan Puskopdit Flores Mandiri, menganggap bulan Januari sampai Maret sebagai waktu yang tepat untuk melaksanakan RAT. RAT bukan sekedar seremonial rutin tahunan, melainkan cermin untuk melihat baik buruknya sebuah koperasi melaksanakan tata kelola hidup berkoperasi.

Menurut Ketua Puskopdit Flores Mandiri Martinus Madha, RAT merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Dalam RAT, anggota melakukan evaluasi atas tata kelola koperasi. Oleh karena itu, RAT harus dilaksanakan berdasarkan standar tertentu agar mampu menampilkan kinerja Pengurus, Pengawas, dan Manajemen.

“RAT merupakan wahana demokrasi anggota dalam mewujudkan cita dan tujuan bersama, yakni kesejahteraan anggota dan wujud konkrit pelaksanaan tata kelola yang transparan, disiplin, dan bertanggung jawab. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi hendaknya perbedaan itu tidak membuat kita terpecah-pecah dan tercabik-cabik oleh fanatisme untuk memenangkan diri kita sendiri atau kelompok. Tetapi, jadikan perbedaan itu sebagai alat pemersatu untuk memajukan koperasi,” kata Martinus.

Menurut Martinus, transparansi sangat penting dalam hidup berkoperasi. Pengurus, Pengawas, dan Manajemen harus memiliki komitmen untuk berkomunikasi secara jujur dan teratur mengenai berbagai kegiatan koperasi kepada para anggota, pemerintah, dan masyarakat umum.

Sehubungan dengan komitmen para Pengurus, Pengawas, dan Manajemen, Ketua Kopdit Na’a Nepe Akarius Wale dan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Ngada Eduardus Sugi Watu menjelaskannya sekali lagi. Keduanya menekankan agar semua elemen koperasi seperti Pengurus, Pengawas, Manajemen, dan Anggota membangun komitmen dan spirit bersama untuk menjaga dan merawat koperasi agar tetap tumbuh dan berkembang.

Menurut Akarius Wale, semua elemen koperasi harus bangga dengan koperasi milik sendiri. Bila masih terdapat kekurangan, maka hal tersebut menjadi cambuk bagi semua untuk melakukan perubahan.

“Tentunya kita harus menyampaikan terima kasih kepada para pendiri Koperasi Kredit Na’a Nepe karena telah berjuang untuk menyiapkan kebun bagi kita. Tinggal bagaimana kita sebagai  generasi penerus melanjutkan koperasi ini lebih baik lagi dari yang diharapkan. Jangan sampai koperasi ini mati di tangan sendiri,” ujar Akarius Wale.

Akarius menginformasikan, Kopdit Na’a Nepe berdiri sejak 38 tahun yang lalu. Kini, jumlah anggota mencapai kurang lebih 1.400 anggota. Jika dibandingkan dengan umur koperasi, tentu jumlah tersebut masih sangat sedikit. Namun, Akarius mengajak anggota untuk bersyukur karena Kopdit Na’a Nepe sudah memiliki aset yang besar, tetap bertahan sampai saat ini, dan tidak gulung tikar seperti koperasi-koperasi lainnya.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Ngada Eduardus Sugi Watu mengungkapkan, memajukan koperasi memang bukanlah pekerjaan yang mudah. Di satu sisi, koperasi didesak untuk menghimpun jumlah anggota yang banyak dan menghimpun simpanan yang besar dari anggota. Sementara itu, di sisi lain, untuk mencapai tuntutan itu, koperasi mesti menghadapi tantangan internal dan eksternal. Tantangan eksternal berupa pengaruh budaya dan adat istiadat masyarakat setempat. Tantangan internal berupa kurangnya kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) para pengurus untuk mengelola koperasi.

Menurut Eduardus, kita cenderung lebih menghargai ketokohan seseorang dari pada kapasitasnya untuk mengelola koperasi. Sementara itu, koperasi dituntut untuk senantiasi berinovasi mengikuti perkembangan zaman dengan menggunakan teknologi komputerisasi dan variasi produk simpan pinjam dalam melayani anggota.

“Untuk membantu koperasi, pada tahun ini, kami menyiapkan dana bagi pengurus koperasi untuk melakukan pelatihan bagi pegawai koperasi. Mudah-mudahan cara ini bisa membantu untuk meningkatkan kapasitas para pegawai koperasi kita,” ucap Eduardus.

Ketua Puskopdit Flores Mandiri Martinus Madha mengungkapkan, sepanjang Januari – Maret 2020, rata-rata koperasi yang bernaung di bawah Puskopdit Flores Mandiri melaksanakan RAT.

“Atas nama jajaran Pengurus dan Pengawas Puskopdit Flores Mandiri, saya mengucapkan SELAMAT DAN SUKSES kepada Koperasi Kredit Na’a Nepe yang akan melaksanakan RAT Tahun Buku 2019. Jangan pernah tertarik dengan orang lain. Tertariklah dengan suami atau istri sendiri sama halnya seperti koperasi. Marilah kita bangga dengan koperasi kita sendiri. Jangan berbangga dengan koperasi lainnya. Selamat dan sukses,” ucap Martinus.

Penyerahan santunan Daperma oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM kabupaten Ngada dalam RAT Kopdit Na’a Nepe di Desa Libunio, Kecamatan So’a, Kabupaten Ngada, Minggu, 8 Maret 2020. POLISOA/EKORANTT

Selain kegiatan RAT, juga dilakukan penyerahan santunan Dana Perlindungan Sesama (Daperma) kepada 14 anggota sebagai ahli waris dari anggota koperasi yang meninggal.

“Ingat, hanya ada di koperasi, orang mati menolong orang hidup,” pesan Martinus Madha.

Apolonarius Soa Bai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here