Bupati Sikka Ajak Generasi Muda Lestarikan Tradisi Tenun Ikat

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan, Kabupaten Sikka dikenal luas sebagai daerah dengan kekayaan tenun ikat yang bermotif dan bercorak beragam.

Maumere, Ekorantt.com – Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago mengajak generasi muda untuk mencintai dan melestarikan tenun ikat sebagai bagian dari jati diri.

“Jangan sampai warisan budaya yang begitu berharga ini perlahan hilang karena kurangnya regenerasi,” kata Juventus saat kegiatan “Workshop Kain Tenun Nusa Tenggara Timur” di sanggar tenun ikat Lepo Lorun, Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten sikka, pada Rabu, 10 Juni 2026.

“Justru di tangan generasi mudalah, tenun ikat Sikka dapat terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai dan identitas budayanya,” imbuh dia.

Pemerintah Kabupaten Sikka, kata dia, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pelestarian budaya, penguatan kapasitas para penenun, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

“Kita ingin tenun ikat Sikka tidak hanya dikenal sebagai produk budaya, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Juventus.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan, Kabupaten Sikka dikenal luas sebagai daerah dengan kekayaan tenun ikat yang bermotif dan bercorak beragam.

Tercatat sebanyak 52 motif tenun ikat telah dilindungi Hak kekayaan Intelektual menyusul dibentuknya Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG).

“Keunikan ragam hias dan corak tenun ini merupakan kekuatan budaya sekaligus potensi ekonomi kreatif yang sangat menjanjikan,” katanya.

Juventus menyambut baik kegiatan workshop ini sebagai langkah nyata melestarikan warisan Nusantara agar tetap dicintai oleh generasi muda dan bernilai ekonomi tinggi.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI  propinsi NTT beserta jajarannya serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurut Juventus, kegiatan tenun ikat penting dipelajari oleh semua kalangan masyarakat karena memiliki arti penting bagi nilai historis, makna  dan estetikanya.

Ia mengharapkan kegiatan workshop yang diselenggarakan memiliki makna strategis, yakni bukan sekadar ruang belajar dan berbagi keterampilan melainkan juga sebagai upaya pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.

“Saya berharap melalui workshop ini, para peserta dapat memperdalam pengetahuan mengenai teknik menenun, pengembangan motif, pewarnaan alami, inovasi desain, hingga strategi pemasaran yang mampu meningkatkan nilai jual produk tenun ikat Sikka di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional,” kata Juventus.

TERKINI
BACA JUGA