Minggu, 5 Juli 2020

Akhiri Konflik, Warga Desa Lewobele dan Sirinuho di Flotim Adakan Rekonsiliasi Adat

- Advertisement -

Larantuka, Ekorantt.com – Masyarakat Desa Lewobele dan Desa Sirinuho di Kabupaten Flores Timur mengadakan upacara rekonsiliasi dan perdamaian secara adat di Lango Belen Ama Kotẽ atau rumah besar suku Koten di Desa Lewobele, Senin (01/06/2020).

Seremonial perdamaian adat tersebut dilakukan untuk mengakhiri konflik antara warga kedua desa yang terjadi sejak tahun 2019 lalu. Konflik bermula dari tawuran antara orang muda kedua desa akibat minum minuman keras.

Konflik setahun silam ini belum diselesaikan secara baik. Akibatnya, orang muda kedua desa masih menyimpan dendam dan saling jaga antar-kampung.

Dendam antara orang muda kedua desa ini berbuntut panjang hingga sekelompok anak muda Desa Lewobele menganiaya seorang staf Desa Sirinuho hingga patah tulang pada Senin (22/05/2020).

Disadari bahwa upacara adat perdamaian dilakukan karena kedua desa ini masih satu keturunan dan berasal dari satu rumpun yakni Kakan Leworook.

Ritual adat dipandang perlu demi memulihkan kesalahan yang telah dilakukan selama konflik terjadi.

“Desa Lewobele dan Desa Sirinuho itu dari dulu sudah kawin mawin. Kampung kakak dan adik, dengan Kakannya adalah Kakan Leworook. Kedua kampung ini dulu adalah kampung sekutu perang,” jelas Kepala Suku Ama Koten Lewobele , Mikael Wuring Koten saat dikonfirmasi Ekora NTT.

“Ada beberapa ritual yang belum kami lakukan untuk menutup perang hingga saat ini. Karena itu roh-roh yang kami minta bantuan saat perang marah karena kami belum lakukan ritual tutup. Maka akibatnya kami sesama kampung kakak-adik ini saling baku pukul. Acara adat ini dibuat untuk menutup kesalahan adat yang belum kami lakukan antar-kedua desa,” tambahnya.

Menariknya, upacara rekonsialiasi adat yang digelar di depan halaman rumah Suku Koten Lewobele dihadiri oleh orang muda kedua desa. Masyarakat, tetua adat, dan unsur pemerintah dua desa juga berbondong-bondong datang sambil tetap mengenakan masker.

Tokoh masyarakat kedua desa berikrar bahwa kedua kampung tidak akan lagi berkonflik dalam bentuk apapun. Apabila ke depannya ada yang melakukan konflik, maka akan dikenakan sanksi adat.

“Kalau ada kacau lagi. Dia akan kasih buat adat, siapkan kambing dan babi untuk kasih makan warga kedua kampung. Kalaupun nanti upacara adat damai dibuat, tapi proses hukum harus tetap jalan biar ada tobat,” tegas Mikael Koten.

TERKINI

‘Detusoko Rest Area’ Siap Jadi Tempat ‘Display’ Produk Wisata Desa

Ende, Ekorantt.com – Taman Nasional (TN) Kelimutu mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah satu desa penyangga Kelimutu. Kali ini, dukungan itu ditunjukkan lewat pembangunan...

Hidupkan Geliat Ekonomi, Desa-Desa Wisata Diminta Kembali Dibuka

Jakarta, Ekorantt.com – Demi menghidupkan kembali geliat ekonomi di desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa...

Miliki Laboratorium TCM, RSUD Tc Hillers Maumere Prioritaskan ODP dan PDP

Maumere, Ekorantt.com - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo didampingi Wakil Bupati, Romanus Woga meresmikan laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) di Rumah Sakit Umum Daerah...

Sebut Flores Bukan Wilayah Karts yang Dilindungi, Bupati Agas: Entah itu benar atau tidak, saya bukan ahli geologi

Borong, Ekorantt.com - Dalam dialog dengan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba...

BACA JUGA

Waspada Hoax Ajakan Penarikan Dana di Perbankan

Jakarta, Ekorantt.com -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat mewaspadai beredarnya informasi hoax di sosial media yang mengajak untuk melakukan penarikan dana di perbankan....

Berebut Kursi Wabup Ende, PKB: Terlalu Dini Kita Bicara Nama Figur

Ende, Ekorantt.com - Tensi politik di Kabupaten Ende kembali memanas. Mengisi kekosongan kursi Wakil Bupati Ende, tujuh partai koalisi pendukung paket Marsel-Djafar belum menemukan...

Urus Sampah Kota, Pemkab Ende Kekurangan Petugas Penyapu Jalan

Ende, Ekorantt.com – Persoalan sampah di wilayah perkotaan selalu menjadi sorotan. Demikian yang dialami juga di Kota Ende, Kabupaten Ende. Setiap harinya, Kota Pancasila menghasilkan...

AMMARA Kupang Minta Gubernur Cabut Izin Eksplorasi Tambang di Matim

Kupang, Ekorantt.com - Aliansi Mahasiswa Manggarai Raya (AMMARA) Kupang meminta Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mencabut izin eksplorasi tambang batu gamping di Luwuk, Desa...

‘Detusoko Rest Area’ Siap Jadi Tempat ‘Display’ Produk Wisata Desa

Ende, Ekorantt.com – Taman Nasional (TN) Kelimutu mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah satu desa penyangga Kelimutu. Kali ini, dukungan itu ditunjukkan lewat pembangunan...

Hidupkan Geliat Ekonomi, Desa-Desa Wisata Diminta Kembali Dibuka

Jakarta, Ekorantt.com – Demi menghidupkan kembali geliat ekonomi di desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa...

Hari Bhayangkara Ke-74 di Sikka, Dari Baksos Hingga Penerbitan SIM Gratis

Maumere, Ekorantt.com - Menyambut Hari Bhayangkara ke-74 pada 1 Juli 2020, Polres Sikka telah menggelar serangkaian kegiatan Bakti Sosial (Baksos), diantaranya; donor darah, ziarah...

Plan Indonesia Bagikan APD untuk Puskemas di Kabupaten Lembata

Lewoleba, Ekorantt.com - Untuk mendukung upaya pemerintah menghentikan penyebaran COVID-19, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menyumbang Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here