Minggu, 5 Juli 2020

Riwayat Selembar Daun Sirih

- Advertisement -

Atambua, Ekorantt.com – Sirih (Piper Betle) adalah tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain. Tanaman ini biasa hidup di tempat yang lembab.

Daun sirih ditanam dengan menggunakan teknik stek. Panjang setiap stek sekitar 20-30 cm dari permukaan tanah.

Kedalaman tanah yang digali sekitar 20 cm dengan luas lubang tanam mencapai 20 meter. Dengan ukuran seperti itu, lebih dari  4-10 stek sirih dapat ditampung. Terhitung sejak awal tanam, butuh waktu sekitar 6 bulan untuk mendapatkan panenan pertama.

Di Pulau Timor, daun sirih sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan masyarakat setempat. Daun dan buah sirih biasa dikunyah bersama gambir, pinang, tembakau, dan kapur.

Daun sirih dikonsumsi oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Namun, pada umumnya, daun sirih dikonsumsi oleh orang dewasa. Terutama pada saat upacara adat. Pada momen upacara adat, daun sirih adalah wajib.

Dari aspek kesehatan, daun sirih dikaitkan dengan isu penyakit kanker mulut di satu sisi, tetapi juga isu pembentukan squamous cell carcinoma yang dapat memberikan kesehatan pada gigi di lain sisi.

Namun, dari aspek ekonomi, daun sirih punya cerita sendiri. Riwayat selembar daun sirih.

Dunia sedang dilanda pandemi. Pandemi pun melanda daun sirih dan anak manusia yang menggantungkan nasib pada setiap lembarnya. Dalam empat (4) bulan terakhir, harga selembar daun sirih merosot tajam.

Pasar Rakyat Sekutren, Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu sepi pengunjung. Pasar ini adalah tempat transaksi jual beli tempat rakyat mendapatkan sejumput penghasilan.

Namanya Fransisco Soares. Fransisco adalah petani sirih.

Saat ditemui Ekora NTT di Pasar Rakyat Sekutren pada Rabu (27/5/2020), Fransisco sedang berjualan sirih. Fransisco sudah berjualan sirih selama 20 tahun.

Dia bertani sirih di Desa Tohe bersama beberapa koleganya di atas lahn seluas 10 are. Hasil pertanian sirih itu kemudian dijualnya di Pasar Rakyat Sekutren.

Harga setiap ikat Rp20.000,00. Setiap ikat terdiri atas 40-50 lembar daun siri. 15 lembar daun siri dijual dengan harga Rp5.000,00 apabila dijual di luar pasar mingguan.

Fransisco mengatakan, biasanya, daun siri dipanen paling cepat sebulan sekali. Dirinya memiliki lebih dari 15 pohon. Setiap pohon mampu menghasilkan 10 ikat.

Apabila dirawat dengan benar, pohon sirih tersebut dapat menjalar di atas pohon hingga 20 meter. Daun-daun sirih dipetik menggunakan bambu yang dipotong menyerupai tangga.

“Kita di Desa Tohe bersama sekitar 10 orang memilih bertani sirih karena memang cocok untuk bertani. Sebab, tanah lembab dengan air yang bercukupan dan untuk memelihara sirih tidak membutuhkan biaya, tetapi cukup menjaga agar tanah tetap lembab,” ujarnya.

Selama ini, Fransisco membiayai kebutuhan hidup dan pendidikan anak dengan menjual daun sirih. Setiap bulan, dia mampu menghasilkan Rp1.000.000,00.

Namun, dalam empat bulan terakhir, dirinya mengaku harga daun sirih menurun drastis karena berbagai sebab. Di antaranya bertambahnya petani sirih dan wabah Covid-19.

“Memang banyak persoalan yang kita hadapi itu membuat kita merugi. Apalagi di tengah pandemi ini, orang takut mengkonsumsi daun sirih. Yah, mau bagaimana lagi daun sirih yang awalnya kita jual dengan Rp20.000,00, tetapi semenjak adanya Covid-19, harga jual daun sirih jatuh sampai Rp4.000,00. Kita tidak jual, kita mau makan apa? Mau tidak mau kita harus jual walaupun harga di bawah yang seharusnya,” keluh Fransisco.

Selain bertani sirih, Fransisco juga bertani jagung. Hasil produksi jagung yang berlebih dijual untuk membeli beras.

“Untuk mengatasi persoalan harga jual di bawah, kami membatasi jumlah penjualan. Setiap Minggu, kami hanya bisa jual 10-15 ikat. Apabila dikalkulasi, kita hanya dapat Rp40.000,00-Rp60.000,00 setiap minggu. Tentu saja saya berharap Covid-19 cepat berlalu,” pungkas Fransisco.

Kontributor: Kristo Dos Santos

TERKINI

‘Detusoko Rest Area’ Siap Jadi Tempat ‘Display’ Produk Wisata Desa

Ende, Ekorantt.com – Taman Nasional (TN) Kelimutu mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah satu desa penyangga Kelimutu. Kali ini, dukungan itu ditunjukkan lewat pembangunan...

Hidupkan Geliat Ekonomi, Desa-Desa Wisata Diminta Kembali Dibuka

Jakarta, Ekorantt.com – Demi menghidupkan kembali geliat ekonomi di desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa...

Miliki Laboratorium TCM, RSUD Tc Hillers Maumere Prioritaskan ODP dan PDP

Maumere, Ekorantt.com - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo didampingi Wakil Bupati, Romanus Woga meresmikan laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) di Rumah Sakit Umum Daerah...

Sebut Flores Bukan Wilayah Karts yang Dilindungi, Bupati Agas: Entah itu benar atau tidak, saya bukan ahli geologi

Borong, Ekorantt.com - Dalam dialog dengan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menolak pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba...

BACA JUGA

Miliki Laboratorium TCM, RSUD Tc Hillers Maumere Prioritaskan ODP dan PDP

Maumere, Ekorantt.com - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo didampingi Wakil Bupati, Romanus Woga meresmikan laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) di Rumah Sakit Umum Daerah...

Aset Kopdit Hiro Heling Mendekati 30 Miliar Rupiah

Maumere, Ekorantt.com – Aset KSP Kopdit Hiro Heling mendekati 30 miliar rupiah. Sekarang ini, asetnya mencapai Rp28.874.189.874. Tersebar di sejumlah Kabupaten di NTT, jumlah...

Hidupkan Geliat Ekonomi, Desa-Desa Wisata Diminta Kembali Dibuka

Jakarta, Ekorantt.com – Demi menghidupkan kembali geliat ekonomi di desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa...

Jumlah Pemilih di Kabupaten Ende Mencapai 170.183 Orang

Ende, Ekorantt.com – Jumlah pemilih di Kabupaten Ende mencapai angka 170.183 orang. Hal ini dikemukakan Ketua KPU Ende, Adolorata Maria Da Lopez Bi dalam...

Hari Bhayangkara Ke-74 di Sikka, Dari Baksos Hingga Penerbitan SIM Gratis

Maumere, Ekorantt.com - Menyambut Hari Bhayangkara ke-74 pada 1 Juli 2020, Polres Sikka telah menggelar serangkaian kegiatan Bakti Sosial (Baksos), diantaranya; donor darah, ziarah...

Urus Sampah Kota, Pemkab Ende Kekurangan Petugas Penyapu Jalan

Ende, Ekorantt.com – Persoalan sampah di wilayah perkotaan selalu menjadi sorotan. Demikian yang dialami juga di Kota Ende, Kabupaten Ende. Setiap harinya, Kota Pancasila menghasilkan...

Pelayanan Sakramen dan Ibadat di Keuskupan Maumere Kembali Dibuka

Maumere, Ekorantt.com – Pelayanan Sakramen dan ibadat di Keuskupan Maumere kembali dibuka menyambut new normal. Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu mengatakan, pelayanan...

Demo Mahasiswa Tolak Tambang di Matim, Begini Tanggapan Bupati Agas

Ruteng, Ekorantt.com - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng dan GMNI Cabang Manggarai menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Manggarai Timur, Kamis...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here