Maumere, Ekorantt.com – Jumlah vaksin rabies yang dialokasikan ke Kabupaten Sikka pada tahun ini sangat terbatas, yakni hanya 3500 dosis, demikian menurut pihak Dinas Pertanian (Distan) setempat.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Sikka, Moang Gobang, mengatakan, vaksin rabies yang ada diprioritaskan untuk vaksinasi hewan penular rabies (HPR) di desa-desa yang terletak di wilayah perbatasan kabupaten tersebut.
“Karena alokasi vaksin rabies dari APBN dan APBD Provinsi NTT hanya 3500 dosis sehingga dilakukan pemetaan desa yang dilakukan vaksinasi adalah desa yang berbatasan dengan wilayah kabupaten lain, sebagai antisipasi mutasi HPR antar wilayah kabupaten,” kata Gobang kepada Ekora NTT, Jumat (27/8/2021).
Selain desa-desa di perbatasan, kata dia, vaksinasi rabies juga akan dilakukan di enam desa di Kecamatan Nita yang pada tahun lalu belum terjangkau program vaksinasi tersebut. Keenam desa itu yakni Desa Nirangkliung, Mahebora, Tilang, Bloro, Lusitada, dan Desa Wuliwutik.
Gobang merincikan bahwa dari 3500 dosis vaksin rabies tersebut, sebanyak 2000 dosis berasal dari APBN dan 1500 dosis dari APBD Provinsi NTT.
Menurutnya, program vaksinasi rabies itu sudah dilakukan di sejumlah desa yang menjadi prioritas, sejak Juli hingga Agustus 2021.
“Vaksinasi HPR terutama anjing karena tingkat penularan lewat anjing mencapai 98 persen. Hingga bulan Agustus 2021 sudah 2551 ekor anjing divaksin,” sebut Gobang.
Yuven Fernandez













