Demi Bertahan Hidup, Nenek 78 Tahun di Maumere Rela Jual Sapu Lidi

Maumere, Ekorantt.com – Bagi kebanyakan lansia [lanjut usia], soal kebutuhan hidup setiap hari tentunya menggantungkan hidupnya kepada anak-anak yang sudah berkeluarga. Tetapi hal ini tidak berlaku bagi Agnes Adelina.

Nenek yang sudah berusia 78 tahun ini rela menjual sapu lidi di Kota Maumere untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Agnes ialah warga Lalamapa, Dusun Keduwair, Desa Manubura, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur [NTT]. Ia hidup seorang diri di sebuah rumah sederhana di kebun ladangnya.

Tiap hari Agnes membuat sapu lidi di rumahnya, lalu dijual keliling Kota Maumere. Hasil jualanya itu ia manfaatkan untuk beli makanan. Selain itu, ia membeli benang dan menyewa orang untuk menenun.

“Anak saya ada enam orang dan semua sudah berkeluarga. Selagi masih kuat saya tidak mau meminta uang dari mereka. Saya jual sapu lidi ini untuk hidup sehari-hari,” ujar Agnes ketika ditemui Ekora NTT di Kota Maumere, baru-baru ini.

iklan

Nenek asal Kloangrotat  memang hidup seorang diri sejak suaminya meninggal dunia 16 tahun silam. Ia kini memiliki 26 cucu dan 11 cece.

Meski sudah tua, tiap hari Agnes tidak putus asa mencari pelepah daun kelapa lalu membuat sapu lidi untuk menjadikan uang. Kadang juga ia membeli sapu dari ponakannya lalu menjual kembali.

“Biasanya saya beli satu lusin dengan harga 100 ribu. Kemudian saya jual per ikat dengan harga 12.500. Kalau laku semua keuntungannya 25.000, setiap kali jual,” ujarnya.

Costodia [53] anak sulungnya kepada Ekora NTT pada Selasa, [12/10/2021] mengaku sudah melarang ibunya untuk menjual sapu lidi lagi di Kota Maumere mengingat usianya sudah tua.

Ia sendiri khawatir dengan kondisi kesehatan ibunya. Belum lagi ketika hendak jualan ke Maumere menggunakan ojek dan menyusuri lorong-lorong di Kota Maumere.

“Sebagai anak kami selalu membantu mama kami ini. Tetapi ia selalu mengatakan mau pegang uang dari hasil keringat sendiri,” kata Costodia.

Berbeda dengan Maria, warga Perumnas-Maumere ini mengaku bahwa perjuangan nenek Agnes justru memberi inspirasi bagi kebanyakan orang, terutama bagi keluarga-keluarga muda.

Maria menyatakan masih banyak keluarga muda di Maumere yang justru malas berusaha untuk kepentingan keluarga, bahkan hanya nongkrong di jalanan.

“Apa yang dilakukan nenek ini langka dan memberi inspirasi. Ia lebih memilih mencari uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari tanpa bergantung dari anak-anaknya,”kata Maria.

Yuven Fernandez

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA