Berusia 57 Tahun, Maria Korina: Tak Ada Kata Terlambat untuk Dapatkan Ijazah SMA

Maumere, Ekorantt.com – Sebanyak 170 peserta didik yang mengikuti Ujian Paket C Setara SMA memasuki ujian praktik setelah 5 hari bergulat dengan teori.

Pantauan Ekora NTT, suasana di Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sikka, Jalan Mawar, Perumnas, Maumere, tidak seperti biasanya pada Sabtu (26/3/2022).

Semua peserta mengenakan busana tradisional dibagi dalam kelompok dan larut dalam kesibukan untuk pengolahan makanan tradisional sebagai bahan saji untuk mencari perhatian juri dalam hal perolehan nilai.

Adapun seorang ibu yang lincah mengorganisir kelompoknya dan usianya tidak muda lagi. Ia bernama Maria Korina (57), salah satu peserta didik tertua dari 170 peserta paket C setara SMA itu.

Korina berkisah sejak tahun 1985 ia menjadi kader posyandu Lewaresi, Desa Wolokoli, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka dengan bermodalkan ijazah SD.

iklan

Seiring dengan berjalannya waktu, demi mengubah hidupnya, Korina mengikuti paket B setara SMP di SPNF SKB Sikka pada 2012.

10 tahun kemudian, ia berpikir tuntutan persyaratan dari tahun ke tahun untuk seorang kader posyandu selalu berubah dan memang diperlukan dalam semua urusan dewasa ini.

“Saya selalu siap. Dengan aturan baru untuk kader posyandu, maka saya mengikuti bimbingan paket C setara SMA. Saya tidak pernah absen walau harus menempuh jarak 26 kilometer ke Maumere,” katanya.

Usia 57 tahun, kata Korina, tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan ijazah SMA. Hal ini pun telah diutarakan John Dewey, tokoh pendidikan dari Barat yang merumuskan konsep pendidikan yang tidak mengenal kata terlambat, terlalu tua atau terlalu dini untuk memulainya.

“Bagi saya ijazah SMA sangat penting. Kalau nanti tidak lagi dipakai sebagai kader posyandu dengan mengantongi ijazah SMA saya mau bekerja sebagai penyuluh pertanian. Karena saya harus bekerja untuk mendapatkan uang untuk melunasi utang di koperasi. Apalagi sebagai janda,” ujar Korina dengan mata berkaca-kaca.

Wali kelas XII A Paket C setara SMA, Magdalena Malar yang mendampingi Korina mengaku, Korina adalah peserta didik yang tidak pernah alpa mengikuti bimbingan walau jarak kediamannya lumayan jauh.

“Korina akan gelisah kalau tidak ikut les. Sebagai kader posyandu selama 37 tahun, ia memanfaatkan peluang ini untuk mendapatkan ijazah SMA. Karena sudah kenyang dengan pengalaman dan ditunjang ijazah SMA pasti masih digunakan tenaganya untuk menjadi kader posyandu,” ujar Malar.

Malar juga mengatakan, Maria Korina adalah sosok yang memberikan inspirasi bagi semua orang dalam proses belajar yang tidak mengenal usia.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA