Ruteng, Ekorantt.com– Lembaga Institute for Research, Consultation and Information of International Investment (IRCI) ikut mengajak investor, baik nasional maupun internasional untuk bersama-sama memajukan dan menyejahterakan masyarakat NTT.
Direktur IRCI Gabriel de Sola menjelaskan, Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G.L Kalake tengah berupaya membawa masuk 300 investor dari Tiongkok ke NTT.
“Hal ini patut kita dukung sekaligus kawal ketat agar benar terwujud dan menguntungkan rakyat NTT,” ujar Gabriel dalam keterangan tertulis yang diterima Ekora NTT, Senin, 1 Januari 2024.
Ia berharap investor yang berinvestasi di NTT adalah mereka yang memiliki integritas dan memiliki tekad memajukan dan menyejahterakan NTT, bukan merampok kekayaan sumber daya alam untuk kepentingan kroni-kroninya ‘pengusaha hitam’.
Di sisi yang lain, lanjut Gabriel, terdapat masalah yang mengintai NTT dalam dunia investasi.
Dr. Thomas Ola Langoday seorang akademisi bidang ekonomi dan mantan bupati Lembata menurut dia, menyebutkan bahwa NTT memiliki masalah Incremental Capital Output Ratio (ICOR) dalam investasi.
“Seperti investasi biaya tinggi, bocor ke mana-mana, kepala daerah dapat fee, bayar body guard dan kepastian hukum atas tanah,” jelas Gabriel.
Masalah lain di NTT yakni jumlah penduduk lima juta jiwa, tetapi daya serap tenaga kerja baru 5000 orang saja.
Ia pun mengingatkan bahwa investor membutuhkan investasi dengan nyaman, efisien dan ekonomis.
Gabriel menambahkan, prospek investasi di NTT sangat luar biasa. Karena itu, butuh investor yang rela berkorban untuk memajukan NTT bukan “investor akan”, di mana datang sekali kemudian tidak kembali lagi.
“Kami mengingatkan penjabat gubernur untuk mengetuk nurani investor yang sudah berinvestasi di NTT dan pengusaha-pengusaha asal NTT di luar agar menjadi investor yang berintegritas bukan pecundang apalagi preman dalam memajukan dan menyejahterakan NTT,” tegas Gabriel.
Dalam bekerja memajukan NTT, ia juga sangat mengharapkan ada kerja kolaborasi antara investor dengan unsur pentahelix atau multipihak seperti pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media massa.
Unsur-unsur ini harus bersatu padu berkoordinasi serta berkomitmen memajukan dan menyejahterakan masyarakat NTT.













