Wabup Sikka: Jual Beras di Atas Rp13.100 per Kilogram, Laporkan ke Bulog

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik karena stok beras dan gula di Kabupaten Sikka aman untuk tiga bulan ke depan.

Maumere, Ekorantt.com – Wakil Bupati (Wabup) Sikka, Simon Subandi Supriadi mengimbau kepada seluruh distributor dan mitra penyalur yang mengambil beras dari Perum Bulog agar tidak menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia berharap setelah membeli beras di Bulog dengan harga kesepakatan Rp11.300 per kilogram. Beras itu dijual kembali maksimal Rp13.100 per kilogram dan tidak boleh lebih dari harga tersebut.

“Jika ada yang menjual lebih dari harga tersebut, segera laporkan ke Bulog agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegas Simon saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Bulog, Pasar Alok dan sejumlah distributor pada Selasa, 26 Mei 2026.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik karena stok beras dan gula di Kabupaten Sikka aman untuk tiga bulan ke depan.

Simon menjelaskan sidak dilakukan untuk memonitor harga beras dan sembako menjelang hari raya Idul Adha dan Sambut Baru.

Harga sembako, beras, minyak, gula dan pangan lokal relatif stabil. Namun, ada kenaikan harga pada bumbu dapur seperti cabai dan bawang merah karena permintaan pasar yang meningkat.

“Kita tidak tahu apakah menjelang Sambut Baru harga akan naik atau tidak karena kebutuhan bumbu dapur pasti akan banyak,” ujar Simon.

Kepala Perum Bulog Maumere, Marthen Luther Sesa memastikan stok beras aman untuk tiga bulan kedepan. Saat ini, stok beras medium di gudang Bulog mencapai 689 ton, sementara 1.500 ton lainnya masih dalam perjalanan.

“Dari jumlah yang dalam perjalanan tersebut, sebanyak 350 ton sudah tiba di pelabuhan dan siap masuk ke gudang Bulog,” ujarnya.

Marthen juga memastikan stok minyak secara keseluruhan mencapai 70 ribu liter, terdiri dari 20 liter untuk komersial dan 40 liter untuk bantuan pangan.

“Saat ini, kami tengah mendistribusikan penyaluran bantuan pangan tersebut bagi masyarakat di Kabupaten Sikka,” katanya.

Marthen menambahkan, dari 21 Kecamatan, layanan telah mencakup 14 kecamatan dan tersisa tujuh kecamatan yang harus diselesaikan minggu ini.

Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual seharga Rp11.300 per kilogram, sementara Harga Eceran Tertinggi di pasar wajib dijual Rp13.100 per kilogram.

“Jika ditemukan pedagang yang menjual di atas HET, masyarakat diminta untuk melapor agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegas Marthen.

TERKINI
BACA JUGA