Terima Mahasiswa KKN UGM, Bupati Ngada: Kita Tinggalkan Ego Sektoral

Menurutnya, dalam membangun suatu daerah dibutuhkan kolaborasi bersama termasuk dengan kalangan mahasiswa.

Bajawa, Ekorantt.com – Pemerintah antusias menerima 29 mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Kabupaten Ngada, NTT. 

Bupati Ngada Andreas Paru mengapresiasi atas kehadiran para mahasiswa ini. 

Menurutnya, dalam membangun suatu daerah dibutuhkan kolaborasi bersama termasuk dengan kalangan mahasiswa.

“Dalam membangun suatu daerah kita tidak lagi bekerja sendiri. Kita tinggalkan ego sektoral, kita kolaborasi, dalam konteks pentahelix, bagaimana kita melihat berbagai pihak salah satunya akademis,” ujarnya kepada awak media di Bajawa, Senin, 1 Juli 2024.

iklan

Ia berharap kehadiran mahasiswa bisa memberikan sumbangsih pengabdian bagi masyarakat setempat.

Koordinator mahasiswa KKN, Alfash Mujtba mengatakan, Kabupaten Ngada menjadi salah satu daerah tujuan karena adanya kesamaan program sebagaimana yang tertuang di dalam buku Tante Nela Paris jilid pertama dan kedua.

“Dari beberapa tempat yang disurvei, kami memilih untuk KKN di Ngada. Kami jatuh hati dengan tulus untuk mengabdi di tanah Ngada,” ujar Alfash. 

“Kami rasa dua buku ini panduan sangat cukup untuk kami bawa ke tanah Ngada ini melalui program kerja yang kami laksanakan,” kata dia.

Menurutnya, program unggulan Bupati Ngada Andreas Paru dan Wakil Bupati Ngada Raymundus Bena yakni program Tante Nela Paris memfokuskan pada tiga sektor penting yakni pertanian, peternakan, dan pariwisata.

Dosen pendamping, Gabriel Lele mengatakan, semua program yang dirancang UGM sedapat mungkin disesuaikan dengan kebutuhan lokal masyarakat di mana KKN dilakukan. 

Dalam menyusun program, mahasiswa magang selalu berkonsultasi dan berkoordinasi dengan kepala daerah melalui perangkat daerah terkait, sehingga bisa dipadukan dengan apa yang diprogramkan sebelumnya.

“129 program kerja ini akan dilakukan secara intensif. Setiap hari harus bisa menyelesaikan secara baik melalui kelompok, unit, kluster, maupun secara keseluruhan,” kata Gabriel.

Dia berharap kehadiran mahasiswa UGM  bisa menjadi inspirasi dalam membangun dan mendidik pola pikir anak muda sehingga bisa bersaing di level nasional maupun internasional.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA