Rutan Ruteng Kembangkan Hortikultura Dukung Program Ketahanan Pangan

Penanaman banyak jenis sayuran, kata dia, juga bertujuan untuk memanfaatkan lahan yang sudah lama tidak dikelola.

Ruteng, Ekorantt.com — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, telah mengambil langkah konkret dalam mendukung program ketahanan pangan yang digagas oleh pemerintah pusat.

Rutan Kelas II B Ruteng memanfaatkan lahan kosong di kompleks rumah lembaga permasyarakatan lama untuk pengembangan hortikultura, khususnya sayuran. Lokasinya di Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong.

Kepala Rutan Kelas II B Ruteng, Heri Sutriadi mengatakan, pengembangan hortikultura merupakan bagian dari upaya menyukseskan program ketahanan pangan dan sarana asimilasi dan edukasi (SAE) bagi warga binaan pemasyarakatan.

“Pengembangan hortikultura yang dilakukan di area penjara lama ini agar meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan sub sektor pertanian kepada WBP untuk mengisi masa hukumannya,” ujarnya kepada Ekora NTT pada Kamis, 3 April 2025.

Dalam target jangka panjangnya, hasil pertanian tersebut tidak hanya dinikmati oleh warga sekitar, tetapi juga diserahkan ke dapur Rutan Kelas II B Ruteng untuk menjadi menu makanan sehari-hari bagi warga binaan.

“Ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kebutuhan pangan di Rutan dan mengurangi ketergantungan pada suplai eksternal,” kata Heri.

Penanaman banyak jenis sayuran, kata dia, juga bertujuan untuk memanfaatkan lahan yang sudah lama tidak dikelola.

Selain itu dapat menjadi bagian dari proses rehabilitasi dan pembinaan warga binaan selama menjalani masa hukuman.

“Dengan terlibat dalam kegiatan pertanian seperti ini, para warga binaan diharapkan dapat memperoleh keterampilan baru yang bermanfaat di luar lembaga pemasyarakatan,” ungkap Heri.

Dia berpendapat pengelolaan pertanian ini dapat menumbuhkan semangat gotong-royong dalam mewujudkan ketahanan pangan yang lebih baik.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program ini dengan terus mengembangkan pertanian, agar dapat menjadi model dalam memadukan pembinaan narapidana dengan kontribusi nyata terhadap kebutuhan pangan lokal,” tutur Heri.

Sementara RJ, salah satu warga binaan, berujar bahwa pengembangan hortikultura disambut antusias oleh para tahanan.

Baginya, hal semacam ini adalah salah satu ruang ekspresi selama proses hukuman.

“Kami sengat senang sekali ketika dipercayakan untuk mengelola pertanian ini. Apa lagi saya sendiri, karena sesuai dengan bidang saya di pertanian,” ungkapnya.

“Saya secara pribadi, sangat senang atas kebijakan Rutan Kelas II B Ruteng dalam mengelola pertanian karena ini sesuai bidang saya dan karena itu juga saya dan teman-teman binaan yang lain dipercayakan untuk mengelolanya,” tutupnya.

TERKINI
BACA JUGA