Maumere, Ekorantt.com – Pagi di Kampung Sikka, Kecamatan Lela, selalu dimulai lebih cepat bagi pasangan muda Yehezkiel Benifacindo (25) dan Bionicensia Putri Mayang Sari (25). Sejak menikah pada November 2024, mereka tinggal bersama orang tua Yehezkiel.
Setiap hari, keduanya menempuh jarak 28 kilometer menuju kota Maumere untuk bekerja. Anak mereka, Emanuel (2), sering kali sudah tertidur ketika mereka pulang.
“Usia emas sejak kecil harusnya bersama anak kami abaikan. Kerja untuk anak, lalu untuk apa kami bekerja” kata Mayang pelan.
Yehezkiel, seorang jurnalis, dan Mayang yang bekerja di koperasi kredit, menyadari rutinitas itu perlahan menggerus ruang hangat keluarga. Waktu habis di jalan. Energi terkuras sebelum tiba di rumah. Kehangatan tumbuh kembang Emanuel terasa tertunda. Setahun menumpang, mereka mengambil keputusan besar: membeli rumah sendiri.
Aplikasi Bale by BTN
Yehezkiel sempat bingung untuk bagaimana cara mengakses hunian yang cocok untuk keluarga kecilnya. Ia iseng berselancar ke internet.
Secara lebih spesifik ia bertanya “aplikasi apa yang bisa membantu akses KPR subsidi” di mesin pencari Google. Informasi yang muncul di pencarian teratas yakni berita tentang akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui Bank Tabungan Negara (BTN).
Dari situ, Yehezkiel menemukan sejumlah informasi yang mengarahkannya untuk membuka aplikasi Bale by BTN. Jadilah ia mengunduh aplikasi itu untuk mengajukan kredit rumah idamannya.
Ia kemudian melakukan registrasi setelah aplikasi hasil transformasi dari BTN Mobile ini terpasang di layar handphone. Tahapan demi tahapan dia lalui hingga ia diizinkan untuk mengajukan KPR.
Yehezkiel dan Mayang tak terburu-buru untuk mengajukan kredit. Mereka berdiskusi singkat mengenai kemampuan keuangan keluarga agar bisa mencicil kredit ke depan. “Apakah dengan gaji yang ada bisa tidak untuk cicil rumah,” kata Yehezkiel.
“Kami harus atur baik baik-baik supaya tidak salah nanti. Selain rumah, kami juga harus atur uang untuk hidup sehari-hari,” sambung Yehezkiel.
Setelah mencapai kata sepakat, Yehezkiel melihat simulasi kredit di aplikasi Bale by BTN. Ia memilih tenor 20 tahun. Selanjutnya, ia melengkapi data seperti identitas, pekerjaan, penghasilan, data pasangan, dan data rumah yang akan dibeli.
“Saya pilih yang di dalam kota supaya mudah akses. Saya pilih rumah di Alok Indah. Letaknya kan di tengah kota,” tutur Yehezkiel.
Ia mengunggah dokumen sesuai dengan persyaratan yang tertera di aplikasi. Dokumen yang diunggah yakni kartu tanda penduduk, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), slip gaji, surat keterangan kerja, dan dokumen terkait rumah yang akan dikredit.
“Kita tidak ada kendala selama urus di aplikasi. Intinya dokumen harus lengkap supaya kita tinggal upload,” ujarnya.
Lantas pihak BTN Maumere mengontak Yehezkiel untuk memastikan informasi tentang identitasnya sekaligus pekerjaannya. Dan yang jauh lebih penting adalah soal kesanggupan dia mencicil angsuran nantinya. “Orang BTN juga datang untuk survei bahwa saya dan istri benar-benar mau kredit.”
November 2025, pasangan muda ini resmi menempati rumah di kawasan Alok Indah, Maumere. “Kami ingin dekat dengan tempat kerja. Rumah ini membuat hidup terasa lebih realistis,” ujar Yehezkiel.

Rumah Murah
Yehezkiel dan Mayang tergolong keluarga muda yang masih mengawali hidup di dunia pekerjaan. Gaji masih kecil karena terhitung karyawan baru di tempat mereka bekerja.
Mereka pun membeli rumah melalui fasilitas KPR bersubsidi. Kredit ini mendapatkan sokongan bantuan pemerintah dengan cicilan yang murah.
“Kami senang bisa dapat cicilan yang rendah. Kita masih bisa atur uang yang lain untuk hidup sehari-hari dan tabungan untuk anak,” kata Mayang, diamini Yehezkiel.
Pengalaman serupa dialami oleh Mery Daton, warga yang menghuni Gloria Regency milik Maumere Putra Development. Rumah dikredit oleh anaknya berlokasi sedikit di luar pusat kota, namun tetap memiliki akses ke pasar, rumah ibadah, SPBU, hingga destinasi wisata seperti Tanjung Kajuwulu Magepanda di pesisir utara Pulau Flores
“Di sini nyaman, listrik dan air lancar, keamanan terjamin,” kata Mery sembari menambahkan, hal ini sangat membantu ia dan anaknya.
Etward Atuna, developer Maumere Putera Development kepada Ekora NTT mengatakan, perumahan yang ia bangun sangat ramah dengan kantong masyarakat berpenghasilan rendah. Dan tentu saja telah bekerja dengan BTN dalam memberikan kredit bersubsidi bagi konsumen.
“Kita juga sediakan rumah subsidi untuk keluarga dengan berpenghasilan redah. Ini sangat membantu orang yang butuh hunian murah,” ujar Etward yang baru saja mendapatkan penghargaan sebagai Inspiring Residential Development dalam ajang BTN Housingpreneur 2026 kategori Commercial Residential ini
Kerja sama dengan Bank BTN, kata Etward, memudahkan proses pembiayaan bagi orang muda milenial dan Gen Z dalam meraih hunian murah. Apalagi perumahannya didesain minimalis modern dengan arsitektur adaptif iklim tropis.
“Orang-orang muda sekarang selera rumahnya sudah berbeda. Suka yang minimalis. Kita menjawab itu di Gloria Regency,” ujarnya meyakinkan.

Generasi Muda Butuh Hunian
Kepala Bank BTN Kantor Cabang Pembantu Maumere Matheos L. Hailitik menjelaskan, pada prinsipnya BTN adalah tulang punggung penyaluran KPR bersubsidi dengan skema yang bisa diakses oleh warga.
Kehadiran BTN, kata dia, membantu pemerintah mengejar target 3 juta unit rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. BTN sendiri mendapatkan kuota tersendiri untuk menyalurkan kredit bersubsidi.
Matheos menuturkan, kota Maumere, ibu kota kabupaten Sikka adalah satu sentral yang menjanjikan karena saat ini generasi milenial dan Gen Z termasuk yang paling membutuhkan akses KPR.
“Kita tahulah, orang timur ini kalau masih tinggal menumpang bersama orang tua kadang-kadang sering ada satu dua soal misalnya antara anak mantu dan orang tua mantu,” ujarnya dengan senyum.
Pilihan untuk punya hunian sendiri adalah kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi, kata Matheos. Kredit pemilikan rumah (KPR) bukan sekadar produk perbankan tapi juga soal mobilitas, kemandirian dan rasa aman.
Menurutnya, ada dampak sosial di antara orang-orang muda yang saling berbagi cerita ketika mengambil kredit rumah. Hal itu ikut memengaruhi orang muda lainnya untuk mendapatkan hunian baru yang ramah kantong.
“Kami tidak serta-merta langsung ajak untuk ambil kredit tapi terus-menerus buat sosialisasi dan edukasi bahwa pemerintah sudah menyediakan rumah murah dengan subsidi yang menjangkau kelas bawa dan menengah,” ujar Matheos lagi.
Ia menambahkan, Bale by BTN diluncurkan tahun 2025 lalu merupakan sebuah super aplikasi lengkap yang memberikan kemudahan kepada para nasabah untuk bertransaksi digital dan dapat mengoptimalkan seluruh kebutuhan perbankan. Termasuk untuk pembelian rumah dengan layanan digitalisasi sebagai upaya inovasi keuangan yang diberikan negara bagi warganya.
Di Kabupaten Sikka, lanjut Matheos, sudah ada delapan developer yang bekerja sama dengan pihak BTN Maumere untuk layanan KPR antara lain Flores Real Estate, Keny Dharma, Maumere Putra Development, Flobamora Pembangunan Sejahtera, Peni Indah Lestari-Alok Indah, Golden Teen, Obor Mas Residence dan Purimas Village.
Beberapa konsumen merupakan orang-orang muda yang sedang merintis karier. Dan semangat generasi milenial dan Gen Z untuk mengakses perumahan subsidi terus menggeliat.
Yehezkiel tidak lagi memacu kendaraan puluhan kilometer menuju Kampung Sikka. Ia duduk di teras rumah kecilnya di Maumere, menyaksikan Emanuel berlarian di halaman. Emanuel kini tumbuh di rumah milik orang tuanya sendiri. Diskusi suami istri menjadi lebih leluasa. Keuangan lebih terencana. Kemandirian bukan lagi wacana, melainkan pengalaman sehari-hari. “Intinya kami mendapatkan kembali waktu untuk anak, dan kami belajar mandiri,” tambahnya.












