Maumere, Ekorantt.com – Wakil Bupati (Wabup) Sikka, Simon Subandi Supriadi melarang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Sikka untuk berbelanja di pasar ilegal atau pasar yang tidak memiliki izin resmi pemerintah.
“ASN harus menjadi contoh. Saya dan Bapak Bupati tidak ingin melihat ASN berbelanja di pasar ilegal atau pasar yang tidak memiliki izin resmi pemerintah,” kata Wabup Sikka saat memimpin apel kekuatan ASN di halaman kantor Bupati Sikka, Senin, 27 April 2026.
Simon mengatakan, penertiban pasar ilegal menjadi perhatian serius pemerintah. Setelah penertiban Pasar Wuring, pemerintah kembali menertibkan aktivitas di eks Pasar Geliting dan merelokasi para pedagang ke Pasar Wairkoja.
Pemkab Sikka akan terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan eks Pasar Geliting tidak lagi digunakan sebagai lokasi pasar, sehingga tercipta ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas.
Simon mengatakan, tidak boleh ada lagi aktivitas pasar liar yang mengganggu ketertiban umum, lalu lintas, dan estetika kota.
“Jangan sampai siapa pun bisa membuat pasar di mana saja. Pasar Alok dan Pasar Wairkoja dalam kondisi layak dan siap menampung seluruh aktivitas perdagangan,” ujarnya.
Simon menambahkan, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga akhir triwulan pertama baru mencapai sekitar 24 persen. Capaian tersebut masih perlu didorong secara maksimal dengan menggali potensi-potensi pendapatan daerah.
Menurutnya, optimalisasi PAD sangat krusial untuk mendukung berbagai program prioritas, termasuk pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi masyarakat.
“Kita dihadapkan pada pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih. Anggaran dari kementerian sudah ada, tetapi pemerintah daerah harus menyiapkan infrastruktur jalan. Itu membutuhkan biaya, dan solusinya adalah memperkuat PAD,” jelasnya.
Simon menegaskan bahwa disiplin merupakan fondasi utama profesionalisme aparatur. “Disiplin itu harus lahir dari kesadaran, bukan karena takut pimpinan. Kita semua sudah dewasa. Kalau terlambat, lebih baik tidak usah masuk daripada mengganggu ketertiban apel,” tegasnya.
Simon juga mengingatkan pentingnya kerja bakti rutin setiap hari Jumat sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan kantor dan ruang publik.
Bagian Umum diminta memastikan kesiapan lokasi dan peralatan kerja sehari sebelum pelaksanaan, sehingga kegiatan berjalan efektif dan tidak sekadar formalitas.
“Jangan sampai kita sudah di lokasi baru sibuk mencari alat. Kerja bakti harus benar-benar dikerjakan, bukan hanya hadir lalu pulang,” pesannya.
Simon mengajak seluruh ASN untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kinerja birokrasi yang disiplin, responsif, dan berorientasi pada kepentingan publik.
“ASN harus hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sebaliknya. Mari kita bekerja dengan semangat, komitmen, dan tanggung jawab,” pungkasnya.













