Aksi Kelompok Bertopeng Bikin Pelintas Jalan Maumere-Ende Resah

Nasar menuturkan, kejadian berawal saat perjalanan dari Maumere menuju Paga. Saat melintas di lokasi kejadian dihadang oleh sekelompok orang yang tak dikenal.

Maumere, Ekorantt.com – Aksi sekelompok pria bertopeng di Jalan Trans Maumere-Ende, tepatnya di Desa Mauloo, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, NTT meresahkan warga.

Salah satu korbannya adalah Usman Nasir Marjan (44), sopir minibus Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air Cabang Paga. Nasar, karib dipanggil, dikeroyok sekelompok orang tak dikenal menggunakan topeng dan berpakaian hitam pada Selasa, 28 April 2026 sekitar pukul 20.30 Wita.

Nasar menuturkan, kejadian berawal saat perjalanan dari Maumere menuju Paga. Saat melintas di lokasi kejadian dihadang oleh sekelompok orang yang tak dikenal.

Saat melintas di lokasi itu, tiba-tiba muncul satu orang pria memegang kayu berdiri di tengah jalan. Nasir tidak menduga kalau pelaku berniat jahat, sehingga ia menghentikan mobil.

“Kemudian saya tanya, bagaimana, dia ambil kayu langsung pukul saya. Pukul pertama pakai kayu, saya sampai tahan sehingga kena tangan. Kedua tusuk pakai kayu, sempat saya tahan. Tiba-tiba muncul lagi satu orang membawa kayu langsung pukul saya sehingga kena kaca mobil dan pipi saya,” ungkap Nasir kepada wartawan di Polres Sikka, Rabu, 29 April 2026.

“Dua orang memukul saya dan mobil, sementara teman-teman komplotannya berdiri jaga di pinggir jalan. Mereka berjumlah kurang lebih tujuh orang, dan semuanya menggunakan topeng dan pakaian serba hitam,” tambah dia.

Nasir bilang, dia sempat memukul dua pelaku, dan berusaha masuk ke dalam mobil untuk menyelamatkan diri dan melanjutkan perjalanan.

“Saat saya sudah masuk ke dalam mobil, tiba-tiba muncul lagi dua orang pelaku. Mereka muncul dari depan membawa kayu langsung pukul kaca mobil bagian depan hingga pecah, bagian samping bodinya penyok. Mereka semua pegang kayu dan batu,” ujarnya.

Melihat situasi sudah tidak nyaman, dan kondisi jalan gelap dan sepi, Nasir memberanikan diri keluar dari lokasi menginjak pedal gas mobil dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Paga.

Saat kejadian ia membawa penumpang yang adalah karyawan Kopdit Pintu Air sebanyak enam orang. Dua laki-laki dan empat perempuan.

Nasir mengatakan, setelah keluar dari lokasi kejadian, mereka melanjutkan perjalanan ke Wolowiro. Ia kemudian meminta bantuan sekuriti kantor Kopdit Pintu Air Cabang Paga untuk melapor ke Polsek Paga.

“Anggota Polsek Paga dan sejumlah warga langsung mendatangi lokasi kejadian. Mereka mengejar para pelaku lari ke dalam hutan. Sekitar enam orang berhasil ditangkap, sementara tiga orang masih buron. Mereka lari ke dalam hutan,” terang Nasir.

Setelah melapor ke Polsek Paga, Nasir yang didampingi manajer kopdit Pintu Air Cabang Paga, Pengurus dan Pengawas Kopdit Pintu Air kantor Pusat Rotat melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sikka pada Rabu, 29 April 2026 sekitar pukul 12.30 wita.

“Setelah kami lapor ke Polsek Paga, kami langsung diarahkan untuk melapor ke SPKT Polres Sikka,” katanya.

Menurut Nasir, kejadian tersebut tidak hanya menimpa dirinya, tetapi setiap kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas di lokasi tersebut menjadi target kejahatan mereka.

“Anehnya mereka tahan mobil, tetapi tidak meminta uang atau mengambil barang bawaan penumpang. Sepertinya niat hanya mau melakukan kejahatan,” ujarnya.

Menurut informasi warga setempat, kata Nasir, sepanjang lokasi tersebut kerap dijadikan sebagai lokasi untuk melakukan tindak kejahatan.

Akibat kejadian tersebut, Nasir mengalami luka robek di pelipis dan memar di tangan.

TERKINI
BACA JUGA