Unika St. Paulus Ruteng Libatkan 1.450 Mahasiswa KKN Tematik Cegah Stunting di Manggarai Timur

Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Pastor Agustinus Manfred Habur berkata, KKN Tematik merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pengabdian kepada masyarakat.

Ruteng, Ekorantt.com – Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng resmi membuka kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 dengan tajuk ‘Pencegahan dan Penanggulangan Stunting serta Peningkatan Literasi di Kabupaten Manggarai Timur’.

Diikuti oleh 1.450 mahasiswa dari empat fakultas, kegiatan pembekalan berlangsung di Aula Gedung Utama Timur (GUT) Lantai 5 Kampus Unika Santu Paulus Ruteng pada Selasa, 23 Juni 2026.

Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Pastor Agustinus Manfred Habur berkata, KKN Tematik merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pengabdian kepada masyarakat.

Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia berpendapat, KKN Tematik tahun ini memiliki karakteristik yang istimewa karena melibatkan kolaborasi mahasiswa dari empat fakultas yang akan bekerja bersama menjawab dua isu strategis pembangunan daerah, yakni stunting dan literasi.

Keempat fakultas itu di antaranya; Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), serta Fakultas Teknik (FT).

“KKN Tematik periode ini sungguh istimewa. Kita menyatukan energi dari empat fakultas sekaligus. Sinergi ini adalah kekuatan kita,” tegas Manfred.

Manfred berkata, mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Pertanian dan Peternakan, serta Fakultas Teknik akan berfokus pada program pencegahan dan penanggulangan stunting melalui pendekatan kesehatan, sanitasi, dan ketahanan pangan.

Sementara mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan akan mengambil peran dalam peningkatan literasi masyarakat, baik literasi baca tulis, numerasi, maupun literasi digital.

“Stunting dan literasi bukanlah masalah sederhana. Keduanya adalah fondasi masa depan generasi Manggarai Timur. Jika gizinya baik dan otaknya cerdas, maka daerah kita akan melompat maju,” ungkapnya.

Ketua Pelaksana KKN Tematik 2026 yang diwakili Dekan Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Teknik, Yuliana Wahyu mengatakan, pembekalan menjadi tahap penting untuk mempersiapkan mahasiswa secara akademik, sosial, mental, dan spiritual sebelum terjun ke tengah masyarakat.

“Pembekalan bukan sekadar kegiatan formal atau rutinitas akademik, melainkan proses persiapan mental, akademik, sosial, dan spiritual bagi mahasiswa agar mampu melaksanakan KKN dengan baik, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, mahasiswa harus memahami tema KKN secara mendalam dan mampu menerjemahkannya ke dalam program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Yuliana mengingatkan, mahasiswa tidak hadir di tengah masyarakat sebagai pihak yang paling mengetahui segala hal, melainkan sebagai mitra yang belajar dan bertumbuh bersama masyarakat.

“Mahasiswa hadir di masyarakat bukan sebagai orang yang paling tahu, tetapi sebagai pribadi yang mau belajar bersama masyarakat. Dengarkan masyarakat, pahami kebutuhan mereka, dan hargai pengalaman hidup mereka,” pesannya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga etika, menghormati budaya dan kearifan lokal Manggarai Timur, membangun komunikasi yang baik dalam kelompok, serta selalu berkoordinasi dengan dosen pendamping lapangan dan pemerintah setempat selama menjalankan program KKN.

Kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Yuliana menyampaikan apresiasi karena membuka ruang kolaborasi bagi kampus dengan mendukung pembangunan daerah melalui program KKN Tematik.

“Kehadiran pemerintah daerah adalah bukti bahwa akademisi dan birokrasi harus berjalan beriringan,” katanya.

TERKINI
BACA JUGA