Larantuka, Ekorantt.com – Terik matahari menemani tujuh relawan penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki kala melangkahkan kaki dari rumah ke rumah di pengungsian Huntara di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, NTT, Selasa, 18 Agustus 2026.
Huntara tempat berlindung ribuan jiwa dari jangkauan amukan Gunung Lewotobi Laki-laki yang belum berhenti dengan aktivitas erupsinya itu berubah menjadi kawasan solidaritas.
Penyintas yang umumnya petani dengan mata ekonomi belum stabil dampak bencana itu menyisipkan lembaran rupiah ke dalam kotak donasi oleh relawan untuk korban Gempa Flores.
Relawan memulai penggalangan dana dengan menyasar warga Desa Hokeng Jaya dan Desa Nawokote, berlanjut ke warga Desa Dulipali, Klatanlo, dan rencananya ke jalan dan Pasar Boru di pusat Kecamatan Wulanggitang.
Cornelis Fransiskus Bataona yang akrab disapa Kori, salah satu relawan, mengungkapkan inisiatif itu dibangun saat seremoni pendinginan kampung di kaki Lewotobi Laki-laki. Bersama kerabatnya, Agustinus Palu Lama Lele, gerakan solidaritas akhirnya diwujudkan.
Kori dan Agustinus terharu saat gerakan mengolah empati menjadi donasi Kades Hokeng Jaya, Gabriel Bala Namang. Gabriel dalam pidato HUT RI menggerakkan warga untuk berbela rasa bagi korban gempa Flores.
Kori bilang solidaritas oleh penyintas sebagai tanda kasih terhadap sesama yang turut merasakan betapa peliknya bencana. Mereka mengalami duka yang sama kala datang bencana erupsi tanggal 3 November 2024 tersebut.
“Saudara-saudara kita korban gempa Flores juga bagian dari kita, saat Gunung Lewotobi Laki-laki meletus mereka bantu kami. Sekarang mereka sedang kesusahan jadi kami juga ingin membantu beban mereka, walau hanya sedikit,” kata Kori, Rabu, 19 Agustus 2026.
Kori memaparkan donasi yang berhasil terkumpul saat ini senilai Rp 7.163.000. Selain uang, warga juga menyumbang pakaian. Para relawan masih terus bergerak pada sejumlah titik di jalan.
“Hari Minggu ini rencana ke Desa Bokang dan sekitarnya, lanjut hari Senin di Pasar,” katanya.
Setelah semua donasi terkumpul, pihaknya berencana mengadakan rembuk bersama untuk distribusi donasi yang disalurkan dalam bentuk barang secara langsung ke warga terdampak. Penyaluran bantuan tak melibatkan perantara.
“Semoga saudara kita diberikan kekuatan, tetap sabar menghadapi musibah ini. Semoga bantuan juga disalurkan secara merata dan adil,” harapnya.
Gempa Flores berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi. Korban jiwa dan kerusakan material parah meliputi Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
Data sementara BPBD NTT mencatat dampak gempa mengakibatkan 70 korban jiwa, 132 orang luka-luka sedang dalam penanganan medis, hingga ribuan rumah dan fasilitas umum rusak berat.
Penulis: Paul Kabelen













