Larantuka, Ekorantt.com – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, NTT, kembali meletus disertai dentuman dan getaran kuat pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Letusan dengan tinggi kolom abu 2.500 meter di atas puncak gunung api dengan ketinggian 1.584 meter dari permukaan laut itu mengejutkan warga sekitar.
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki melaporkan letusan terjadi pada pukul 08.30 Wita dengan pergerakan abu condong ke barat dan barat daya. Warga diminta tak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat gunung.
“Status gunung berada pada level III atau Siaga. Erupsi ini terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm berdurasi dua menit lima detik,” demikian isi laporan yang dirilis PGA Lewotobi Laki-laki.
Warga termasuk tenaga kesehatan Puskesmas Boru di Kecamatan Wulanggitang yang tak jauh dari Gunung Lewotobi keluar dari dalam ruangan untuk menyaksikan pergerakan material yang menjulang tinggi. Abu yang terbawa angin juga melanda sampai ke Boru dan sekitarnya.
Peristiwa itu mengingatkan mereka tentang dahsyatnya Lewotobi Laki-laki yang pernah meletus besar di tanggal 3 November 2024, merenggut nyawa sembilan warga, kerusakan rumah, fasilitas umum, dan perkebunan warga.
Warga Desa Nawokote, Hokeng Jaya, Dulipali, Klatanlo, Nobo, dan dua dusun di Desa Boru bakal direlokasi oleh pemerintah. Wilayah ini terpaut jarak antara 5 sampai 6 kilometer dari Lewotobi Laki-laki.
Meski penyintas kini tinggal di pengungsian, banyak warga terutama petani masih beraktivitas di zona risiko bencana untuk berkebun dan beternak. Mata pencaharian petani tidak berubah. Berdiam diri di pengungsian atau tidak bekerja hanya menimbulkan masalah baru.
Letusan dengan dentuman kuat pagi tadi membuat mereka segera bergegas ke Desa Boru. Mereka takut letusan turut menerbangkan batu hingga material panas seperti yang pernah terjadi dua tahun lalu.
“Kami datang pagi, sorenya pulang lagi ke pengungsian di Huntara (hunian sementara). Tadi pagi erupsi besar, tetapi abu tidak sampai ke kampung,” ujar Mus Manuk, warga Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang.
Sejumlah warga yang dalam perjalanan dari arah selatan Wulanggitang ke Desa Boru dengan melewati jalur rawan di Desa Nawokote terpaksa memutar balik. Kampung itu disasar material tebal beberapa menit pasca erupsi.
Hingga pukul 10.00 Wita, puncak Gunung Lewotobi Laki-kaki masih menyemburkan asap dan material yang cukup tebal. Pergerakan abu masih sama seperti letusan pagi tadi.
Sementara aktivitas kegempaan yang dicatat Pos PGA Lewotobi Laki-laki dalam enam jam terakhir, yakni pukul 00.00 Wita-06.00 Wita, terjadi 1 kali gempa tremor non harmonik dan 29 kali gempa tektonik jauh.
Penulis: Paul Kabelen













