Maumere, Ekorantt.com – Sebanyak 1.500 paket sembako yang dihimpun oleh Badan Penghubung NTT bersama Forum Pemuda NTT dan Diaspora NTT se-Jabodetabek tiba di Maumere pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Bantuan tersebut diangkut menggunakan pesawat Hercules Airbus A4002 milik TNI AU mendarat di Bandara Frans Seda Maumere.
Gelombang solidaritas terus mengalir untuk membantu demi meringankan penderitaan korban gempa di Pulau Flores. Bantuan kemanusiaan itu akan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan di Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur.
Koordinator Distribusi Batuan Kemanusian untuk Gempa Flores, Terry Gawa, menyampaikan bantuan yang terkumpul terdiri dari bahan kebutuhan pokok dan perlengkapan mendesak seperti beras, bahan makanan ringan, minyak goreng, gula pasir, mie instan, selimut, sandal, sepatu bot untuk petani, sarung, dan sajadah serta kebutuhan lainnya.
“Saat ini belum bisa terdistribusi sepenuhnya karena sebagian paket masih menunggu antrean di Posko BNPB Halim Perdana Kusuma. Menumpuknya bantuan membuat kami menunggu keputusan pihak BNPB untuk menggenapi dan mengirimkan sisa sebagian besar paket bantuan yang masih tertahan,” jelas Terry.
Ia mengatakan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama disalurkan di Kabupaten Sikka dengan 300 paket sembako. Kini memasuki tahap kedua, tim menargetkan penyaluran kepada 1.500 penerima manfaat di empat Kabupaten Ende, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur.
“Bantuan akan menyasar masyarakat yang belum tersentuh berdasarkan data yang diterima tim di lapangan. Kami juga melakukan verifikasi silang dengan data BNPB dan pemerintah daerah setempat agar penyaluran benar-benar tepat sasaran,” kata dia.
“Prioritas utama juga ditujukan bagi pengungsi mandiri. Kami tidak menutup kemungkinan kabupaten lain juga akan menerima bantuan serupa,” jelas Terry.
Sementara itu, Ketua Aksi Peduli Gempa Flores, Gregorius Upi Dheo menjelaskan bahwa aksi ini tumbuh secara organik dari kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Bantuan ini dihimpun dalam satu wadah di bawah Badan Penghubung NTT, Organisasi Forum Pemuda NTT, dan Diaspora NTT se-Jabodetabek. Dukungan datang dari keluarga besar Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, Forum Pemuda NTT, Ikatan Keluarga Besar Diaspora NTT, berbagai perusahaan, serta donatur mandiri. Baik dalam bentuk uang maupun barang,” tutur dia.
Gregorius menyampaikan proses pengemasan bantuan ini dilakukan di Kantor Badan Penghubung NTT Jakarta. Selanjutnya dipindahkan ke Posko BNPB Halim Perdanakusuma untuk melengkapi administrasi sebelum diterbangkan.
Sebanyak delapan orang tim relawan telah turun ke Flores untuk mengawal langsung proses distribusi. Seluruh bantuan diperkirakan dapat tersalurkan secara merata dalam kurun waktu satu minggu, dengan syarat sisa bantuan yang masih menunggu di Halim Perdana Kusuma dapat segera dikirimkan.
“Bantuan ini adalah wujud solidaritas murni dan aksi sosial kemanusiaan sebagai bukti bahwa kita saling peduli dan saling menguatkan. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, mitra, dan relawan yang telah menyumbangkan waktu, tenaga, dan harta untuk saudara kita di Flores. Semoga bantuan ini bermanfaat dan Flores segera pulih,” tandasnya.













