Kopdit Primer di Puskopdit Manggarai Raya Belajar Susun Rencana Strategis

Ketiadaan rencana strategis dan roadmap membuat koperasi kredit kehilangan kompas untuk menentukan arah serta target-targetnya.

Ruteng, Ekorantt.com – Kopdit-kopdit primer yang bernaung di bawah Puskopdit Manggarai Raya mengikuti pelatihan penyusunan rencana strategis di Ruteng pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Sebanyak 49 peserta dari 21 koperasi kredit mengikuti pelatihan yang difasilitasi oleh Kosmas Lawa Bagho, pegiat koperasi Puskopdit Flores Mandiri.

Ia mendorong koperasi kredit memperluas pasar dan memperkuat keberpihakan kepada masyarakat. Karena itu, butuh rencana strategis dan roadmap sebagai arah koperasi ke depan.

“Dalam penyusunannya pun harus menjadi momentum untuk meninjau kembali visi dan misi agar lebih berpihak kepada anggota, terutama dalam menjangkau segmen pasar baru,” kata Kosmas.

Kosmas berkata, roadmap dianggap penting karena menentukan apa yang harus dilakukan pengurus, pengawas, dan manajemen selama lima tahun.

Dalam proses pembuatannya, roadmap ini berbasis analisis SWOT atau strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang), dan threats (ancaman), sebuah metode perencanaan strategis untuk mengevaluasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman dalam suatu bisnis.

Koperasi kredit tidak bisa hanya membuat rencana berdasarkan kondisi internal, namun harus melihat potensi di daerah. “Maka saya dahulukan dengan analisis pasar atau analisis marketplace, segmentasi pasar, posisi serta targetnya.”

Sejauh pengamatannya, koperasi kredit hanya masuk dalam segmen terbatas. Padahal masih banyak potensi yang masih dikembangkan.

“Kurang lebih 35 persen dari seluruh masyarakat tiga Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur menjadi anggota koperasi kredit, baru mereka bisa mengembangkan ke luar,” tuturnya.

Ketua Pengurus Puskopdit Manggarai Raya, Pastor Ardus Noveri mengatakan, belum semua koperasi kredit primer memiliki rencana strategis dan roadmap.

“Kami ada pelatihan dan semua mengungkapkan kenyataan itu, belum punya,” kata Pastor Ardus.

Ketiadaan rencana strategis dan roadmap membuat koperasi kredit kehilangan kompas untuk menentukan arah serta target-targetnya. Koperasi kredit pun tidak bisa mengukur, apakah sudah maju atau mundur.

“Kalau ada ini kan dia tahu, harus buat apa ke depan, target-targetnya apa,” kata Pastor Ardus.

Persoalan utama yang dihadapi koperasi kredit di Manggarai Raya selama ini adalah pertumbuhan bisnis dan anggota yang lamban, kata Pastor Ardus. Pergerakannya masih terbilang biasa-biasa saja. “Kita harus lebih bergiat lagi.”

Sebagai langkah evaluasi, Puskopdit terus memonitoring ke setiap koperasi kredit primer. “Kami nanti kan cek, juga bentuk monitoring. Karena apakah yang sudah ada dalam dokumen rencana strategis, kemudian terlihat ada program kerja atau tidak,” pungkasnya.

TERKINI
BACA JUGA