Perumda Tirta Bening Lontar Kupang Layani 19 Ribu Pelanggan Hingga September 2026

Meski menghadapi keterbatasan sumber air dan gangguan infrastruktur, Perumda berupaya agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan

Kupang, Ekorantt.com – Perumda Air Minum Tirta Bening Lontar Kota Kupang telah melayani 19.408 sambungan rumah hingga akhir September 2026. Jumlah tersebut diperkirakan menjangkau sekitar 90 ribu jiwa atau 20 persen dari total penduduk Kota Kupang yang mencapai 482 ribu jiwa.

Kepala Bagian Hubungan Langganan Perumda Air Minum Tirta Bening Lontar Kota Kupang, Ferdi Jermias mengatakan, pelayanan air bersih kepada masyarakat memanfaatkan berbagai sumber air, baik air permukaan maupun air tanah dalam melalui sumur bor.

Perumda mengandalkan 43 sumber air, termasuk tiga sumber air permukaan, yakni Kali Dendeng, Mata Air Oeba, dan Mata Air Hitam di kawasan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW).

Namun, kerusakan pompa akibat gangguan pasokan listrik menyebabkan Mata Air Hitam belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut berdampak pada distribusi air kepada pelanggan yang sebelumnya dilayani dari sumber tersebut.

Untuk menjaga keberlangsungan pelayanan, Perumda memanfaatkan sejumlah sumur bor yang sebelumnya belum digunakan secara maksimal. Salah satunya berada di sekitar Kelurahan Lasiana yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Ferdi menjelaskan, peralihan sumber air tersebut berdampak pada perubahan jadwal pengaliran di sejumlah wilayah. Jika sebelumnya pelanggan memperoleh pasokan air setiap hari, kini distribusi dilakukan tiga kali dalam seminggu.

Meski menghadapi keterbatasan sumber air dan gangguan infrastruktur, Perumda berupaya agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan.

“Pada prinsipnya, pengaliran tetap kami lakukan. Ketika ada sumber yang mengalami penurunan debit atau kering, kami berupaya mengambil air dari sumber lain yang terdekat agar pelanggan tetap mendapatkan pelayanan,” ujarnya saat diwawancarai Ekora NTT di Kupang, Selasa, 13 Oktober 2026.

Ferdi berkata, perbaikan pompa Mata Air Hitam diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat. Jika pompa kembali beroperasi, sumber air tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung pelayanan sekaligus memperluas jangkauan distribusi air bersih di wilayah Lasiana dan sekitarnya.

Ia juga berharap pemerintah terus mendukung pembangunan dan perbaikan infrastruktur air bersih guna meningkatkan jangkauan pelayanan kepada masyarakat.

Selain dukungan infrastruktur, Ferdi mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak, terutama ketika sejumlah sumber air mengalami penurunan debit.

Menurutnya, Perumda terus berupaya melakukan penyesuaian sistem pengaliran agar kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi di tengah keterbatasan ketersediaan air.

TERKINI
BACA JUGA