Maumere, Ekorantt.com – Anggota DPRD Kabupaten Sikka, Yunus Noce Fernandez meminta dana Corporate Social Responsibility (CSR) perbankan dialokasikan untuk program-program produktif yang berdampak langsung pada masyarakat.
Ia menolak bantuan dana tersebut digunakan untuk proyek pembangunan tugu.
“Kita ingin bekerja sama dengan perbankan. Di Sikka ini masih banyak permasalahan sosial dan infrastruktur dasar yang mesti disentuh,” ujar Noce saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung DPRD pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Menurutnya, Kabupaten Sikka masih dihadapkan dengan berbagai persoalan penting, mulai dari krisis air bersih hingga permasalahan sampah.
Oleh karena itu, kolaborasi dengan perbankan akan jauh lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk sektor produktif penunjang kesejahteraan masyarakat.
“Ke depan kita bantu yang produktif sebagai kerja sama mitra, seperti pengembangan bank sampah untuk mengatasi masalah lingkungan atau penyediaan fasilitas air bersih untuk desa-desa yang kesulitan air. Jangan cuma bantuan untuk tugu,” ujar Noce.
Sentilan dari Ketua DPC Partai Demokrat Sikka ini merespon rencana penggunaan dana CSR oleh Pemerintah Kabupaten Sikka untuk menata, mendesain ulang, dan mempercantik sejumlah fasilitas publik, tugu, dan taman di Kota Maumere.
Rencana penataan Kota Maumere tersebut diawali dengan acara Coffee Morning bersama Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (FTJSL) Kabupaten Sikka yang berlangsung pada Selasa, 5 Oktober lalu di Warung 69, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok.
Dalam acara itu, pemerintah setempat menggandeng perbankan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga keuangan, serta lembaga swasta untuk berkolaborasi mewujudkan rencana tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan membangun sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sikka dengan pihak perbankan dan BUMN dalam penataan Kota Maumere, khususnya dari sisi estetika dan manfaatnya.
“Maumere selama ini dikenal sebagai salah satu kota besar di Provinsi Nusa Tenggara Timur setelah Kota Kupang. Namun, status ini berubah setelah Pemerintah Pusat menetapkan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sebagai salah satu destinasi super prioritas. Karena itu kita perlu berkolaborasi lebih erat untuk bersama menciptakan Kota Maumere sebagai hunian bersama yang indah,” papar dia.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, pada saat menyampaikan arahan, mengajak langsung para pimpinan BUMN dan BUMD untuk bersama-sama mewujudkan rencana tersebut.
“Kemitraan dan kolaborasi menjadi tren penting. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Keterlibatan masyarakat, pelaku usaha, perbankan, koperasi, BUMN, serta pelaku UMKM adalah penting untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Sikka,” ujarnya.
Sejumlah fasilitas yang masuk dalam rencana penataan pemerintah meliputi Tugu MoF akan dilengkapi dengan sejumlah taman dan ruang santai di perempatan Jalan El Tari.
Tugu Gong akan ditata bersama Taman Pahlawan Daerah Teka Iku dan taman di pojok SCC. Patung selamat datang ditata dan dilengkapi dengan area santai serta fasilitas untuk aktivitas jogging.
Sementara itu, kawasan Bandara Frans Seda khususnya Jalan Adisucipto direncanakan akan dilengkapi taman, arena joging, lampu hias serta penerangan jalan.
Tugu Ikan Tuna direncanakan diganti dengan tugu yang mengangkat tema Tarian Tua Reta Lou.
Sedangkan Tugu Rupiah di samping Kantor BRI Cabang Maumere juga direncanakan diganti dengan figur penari tradisional Kabupaten Sikka yang terinspirasi dari budaya Nian Tana untuk menarik wisatawan maupun investor.
Pemkab Sikka berharap seluruh rencana penataan fasilitas tersebut dapat diwujudkan melalui program CSR, mitra kerja sehingga tidak sepenuhnya membebani anggaran Pemerintah Kabupaten Sikka.













