13 Warga Meninggal Dunia dan Ratusan Rumah Tertimbun Material Banjir di Lembata

Lembata, Ekorantt.com– Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Lembata, menyebabkan banjir bandang di tujuh desa di wilayah Kecamatan Ile Ape dan Kecamatan Ile Ape Timur, pada Minggu (4/4/2021) sekitar pukul 01.30 WITA.

Sebanyak 13 orang ditemukan meninggal dunia dan puluhan warga lainnya dinyatakan hilang. 

Saat ini, BPBD setempat bersama aparat TNI sedang mencari warga yang hilang.

Informasi yang dihimpun Ekora NTT, korban yang ditemukan meninggal terdiri dari 5 warga Desa Amakaka, 5 warga Desa Tanjung Batu dan 3 warga Desa Waowala.

Hingga saat ini, warga di dua kecamatan tersebut berada dalam kepanikan akibat hujan masih terjadi.

Selain merenggut 13 korban jiwa, bencana banjir bandang menyebabkan ratusan rumah di tujuh desa tertimbun material banjir.

Pantauan Ekora NTT, ratusan warga sudah mengungsi ke Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata. Dan, sebagian lainnya masih bertahan di rumah-rumah yang dinilai cukup aman. Aktivitas warga terhenti karena beberapa akses jalan putus total.

“Yang paling berat di Desa Amakaka. Selain itu tingkat kerusakan akibat banjir bandang juga terjadi di Desa Waowala, Tanjung Batu di Kecamatan Ile Ape dan Desa  Waimatan, Lamawolo dan Desa Jontana di Kecamatan Ile Ape Timur,” ungkap salah satu warga Amakaka.

Hingga Minggu siang, belum ada data kerusakan dan korban yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana setempat. 

Berdasarkan informasi warga Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, saat ini banyak warga sedang menjalani perawatan di Puskesmas setempat karena menderita luka-luka akibat terseret arus banjir. 

“Banyak anak-anak yang di sedang rawat di Puskesmas. Sekarang warga juga butuh bantuan pangan dari pemerintah. Karena praktis tidak ada aktivitas,” ungkap sumber itu.

Yurgo Purab & Ansel Kaise

 

TERKINI
BACA JUGA