Ende, Ekorantt.com – Seorang siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yos Sudarso, FH (15) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di Jalan Basuki Rahmat, Kota Ende pada Minggu (8/8/2021) pukul 09.00 Wita.
Sepupu korban, Rofinus jadi orang pertama yang mendapati korban dalam keadaan tak bernyawa.
“Saya bangun pagi terus mau ke kamar mandi. Pas di depan pintu saya lihat dia dalam posisi tergantung dan sudah meninggal,” ujar Rofinus kepada Ekora NTT di Mapolres Ende.
Saat ini, aparat Kepolisian Resort Ende telah melakukan olah TKP untuk mengetahui pasti penyebab kematian FH. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian.
Aparat Reserse dan Kriminal Polres Ende sedang memeriksa para saksi yaitu rekan satu kos korban.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun Ekora NTT di tempat kejadian, jenazah FH telah diantar ke Rumah Sakit Umum Daerah Ende untuk dilakukan visum et repertum. Selanjutnya, jenazah FH akan dimakamkan di kampung halamannya di Wolokelo, Desa Nuamuri Barat, Kecamatan Kelimutu.
Salah satu teman kos korban, Marten mengaku, sehari sebelumnya pada Sabtu (7/8/2021), korban mengajaknya ke sebuah toko di kota Ende untuk membeli tali nilon.
“Kemarin dia ajak saya pergi beli tali nilon di toko. Katanya ada keluarganya yang pesan untuk ikat sapi di kampung,” kisah Marten.

Pada hari yang sama, korban menulis status pada dinding facebooknya.
“Hidup su capeh, Tidak ada guna-gana lebih baik mati,” tulis Galang Galang, akun facebook yang diduga milik korban.
Lurah Paupire Kecamatan Ende Tengah, Paul Odo yang ditemui di TKP mengaku mendapatkan informasi kematian FH dari warga dan ketua RT setempat.
“Saya dapat informasi dari warga. Waktu saya datang sudah banyak warga dan juga aparat dari kepolisian. Informasi yang kami dapat, korban ini baru tinggal di kos ini dari bulan Juli tahun 2021,” tutupnya.













