DPRD Ngada Sebut Pembangunan Pasar Bobou Gagal Sejak Perencanaan 

Rudolf berkata, perencanaan Pasar Bobou sebenarnya sudah mengalami kegagalan sejak perencanaan karena letaknya jauh dari pusat Kota Bajawa.

Bajawa, Ekorantt.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Rudolf Aqroz Wogo mengatakan, letak Pasar Bobou sangat tidak strategis karena jauh dari pusat keramaian. 

Ia menyampaikan hal ini merespons keluhan pedagang akibat sepi pembeli yang memicu lambatnya perputaran barang dagangan.

Rudolf berkata, perencanaan Pasar Bobou sebenarnya sudah mengalami kegagalan sejak perencanaan karena letaknya jauh dari pusat Kota Bajawa.

“Ya kalau hasil begini harus jujur untuk bicara gagal dan harus diperbaiki,” kata Rudolf melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 20 Mei 2026.

Rudolf mengatakan dari hasil evaluasi, pendapatan pedagang memang merosot sejak menempati tempat tersebut.

Ia menyarankan pemerintah untuk mencari lokasi baru di sekitar kota agar mudah dijangkau masyarakat atau pembeli.

Rudolf juga mendorong pemerintah untuk melakukan upaya dialog bersama para pedagang pasar agar bisa mendapatkan solusi terbaik.

Di sisi lain, Rudolf juga menyoroti rencana pemerintah untuk menyediakan bus untuk memobilisasi ASN berbelanja di Pasar Bobou.

Menurutnya, pemerintah seharusnya mencari solusi agar pasar kembali dikunjungi masyarakat bukan mengandalkan aparatur sipil negara. 

“Yang paling penting ada ruang dialog sehingga pemerintah bisa tahu apa mau pedagang,” kata dia. 

Ina Lola (60) salah satu pedagang Pasar Bobou terpaksa meninggalkan pasar dan memilih berjualan di Pasar Inpres. 

Ia berkata, keadaan Pasar Bobou sepi membuat dia harus pindah berjualan di Pasar Inpres meskipun dibayang-bayangi penertiban petugas Satpol PP. 

“Di sini masih mendingan, kalau di Bobou kadang pulang tangan kosong. Sayur rusak tidak mungkin jual lagi,” katanya.

TERKINI
BACA JUGA