KTT ASEAN Jadi Ajang Promosi Pariwisata Labuan Bajo

Labuan Bajo, Ekorantt.com – Direktur BPO Labuan Bajo Flores, Shana Fatina mengatakan bahwa penyelenggaraan KTT ASEAN menjadi momentum untuk meningkatkan promosi pariwisata Labuan Bajo. Dengan begitu, Labuan Bajo semakin dikenal ke seluruh dunia.

“Selain itu akan terpromosikannya  Labuan Bajo sebagai tempat investasi sektor pariwisata yang menarik bagi para investor dari seluruh dunia,” kata Shana dalam keterangan persnya belum lama ini.

Sebagai tempat penyelenggaraan KTT ASEAN, kata Shana, akan terjadi percepatan pengembangan dan penataan kawasan serta infrastruktur di Labuan Bajo.

Pemerintah telah menetapkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia yang berkualitas dan berkelanjutan. Labuan Bajo akan menjadi destinasi circular economy serta pengembangan green tourism dan ecotourism dengan energi baru dan terbarukan.

Ia menambahkan, pemerintah telah menetapkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas. Untuk ini dilakukan akselerasi penataan dan pembangunan fasilitas infrastruktur pariwisata di Labuan Bajo.

“Pemerintah telah berinvestasi untuk penataan kawasan Labuan Bajo lebih dari Rp 4 triliun. Adapun penataan yang dilakukan sejak tahun 2020 antara lain; penataan bandara, pelabuhan peti kemas, pelabuhan pariwisata, waterfront, homestay, pengembangan SDM, dan produk ekraf hingga event,” jelasnya.

Labuan Bajo ke depan dikembangkan menjadi destinasi MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) dan sport tourism unggulan. Juga  dikembangkan menjadi destinasi wisata minat khusus di antaranya yacht tourism kelas dunia.

Pemerintah, kata Shana, menargetkan, Labuan Bajo setiap tahun akan dikunjungi 1,5 juta wisman berkualitas di antaranya dari Australia, Malaysia dan Singapura pada 2024. Pemerintah pun mendorong konektivitas penerbangan langsung dari negara sumber wisman tersebut ke Bandara Labuan Bajo.

“Untuk ini harus ciptakan destinasi baru, klaster-klaster baru, sehingga kunjungan dari wisatawan ke Labuan Bajo bisa lebih berkualitas dan berkelanjutan, yakni  lama tinggal dan belanja lebih banyak kepada ekonomi lokal,” pungkasnya.

TERKINI
BACA JUGA