Festival Wolobobo Bawa Berkah bagi Pelaku UMKM Lokal

Vani merupakan salah satu dari 60 pelaku UKM yang terlibat dalam festival itu. Pemkab Ngada juga melibatkan pelaku usaha dari kabupaten tetangga yakni Kabupaten Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Bajawa, Ekorantt.com – Wolobobo Ngada Festival (WNF) yang berlangsung di Art Center Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur membawa berkah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

“Kalau dari pendapatan, hari pertama lumayan kak. Biasa hari pertama dan terakhir banyak pembeli,” ujar Vani Mo’i, 25 tahun, pelaku usaha kerajinan bambu asal Ngada, Jumat, 8 Agustus 2025.

Vani merupakan salah satu dari 60 pelaku UKM yang terlibat dalam festival itu. Pemkab Ngada juga melibatkan pelaku usaha dari kabupaten tetangga yakni Kabupaten Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Pada hari pertama festival digelar, Vani meraup keuntungan lebih dari Rp1 juta dari penjualan kerajinan bambu seperti tempat buah, tempat lampu, sedotan, dan tempat tisu. Harga yang ditentukan bervariasi mulai dari Rp25 ribu hingga Rp1 juta.

“Yang datang beli banyak dari wisatawan asing. Mereka sangat senang dan antusias untuk belanja produk lokal kita. Mungkin mereka mau bawa untuk oleh-oleh ke negaranya,” kata Vani.

Sementara pelaku usaha tenun ikat asal Kabupaten Sikka, Yulius Paman, 45 tahun, kecipratan rezeki saat penyelenggaraan Wolobobo Ngada Festival.

“Hari pertama, pengunjung cukup banyak dan banyak yang beli juga. Kita juga harap untuk hari-hari berikutnya,” katanya.

Yulius membanderol satu lembar kain tenun ikat mulai dari Rp800 ribu hingga Rp1,6 juta. Kain tenun yang dijual itu menggunakan pewarna alami dan ditenun oleh mama-mama penenun di Kabupaten Sikka.

“Satu buah kain bisa menghabiskan waktu hingga satu bulan. Kenapa harganya begini, karena memang masih menggunakan pewarna alami,” kata Yulius.

Yulius tak pernah absen mengikuti Wolobobo Ngada Festival sejak pertama kali diselenggarakan. Pada pergelaran sebelumnya, ia meraup omzet hingga Rp10 juta. Sebagian dari pendapatan itu dipakai untuk biaya transportasi hingga penginapan di Bajawa.

Penggerak Ekonomi

Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu saat membuka Festival Wolobobo, Kamis, 7 Agustus 2025 mengatakan, acara itu harus menjadi motor penggerak bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal.

Ia menyatakan, Wolobobo Ngada Festival sudah masuk ke dalam 100 Kharisma Even Nasional (KEN). Hal tersebut menunjukkan komitmen pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam mendukung potensi pariwisata dan budaya di Ngada.

“Dukungan Kemenparekraf tidak saja mengangkat nama Festival Wolobobo di mata nasional tapi menjadi pemantik bagi daerah untuk terus berinovasi dan berdaya saing dalam menjaga warisan budaya,” ujar Bernadinus.

Dia mengajak semua elemen masyarakat untuk menjadikan Wolobobo Ngada Festival sebagai ruang kebersamaan, ruang ekspresi budaya, sekaligus ruang membangun pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal.

“Terima kasih atas segala dukungan dan bimbingan pemerintah pusat. Ini bentuk pengakuan dan budaya dan potensi lokal di sini,” tandasnya.

TERKINI
BACA JUGA