Kopdit Mawar Moe Ajak Anggota Kembangkan Usaha Produktif di Sektor Pertanian

Jefrin menyambut baik program tersebut. Ia melihatnya sebagai peluang yang dapat meningkatkan ekonomi anggota.

Ruteng, Ekorantt.com – Kopdit Mawar Moe mendorong anggota kelompok pelayanan keuangan (kelopak) untuk merintis usaha produktif dengan mengolah lahan pertanian. Mereka mengolahnya menjadi lahan hortikultura maupun peternakan.

Ketua Pengurus Kopdit Mawar Moe, Jefrin Haryanto berkata, rencana ini sebagai respons terhadap kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Karena itu, hasil sektor pertanian dan peternakan yang dimiliki kelompok perempuan Mawar Moe akan disuplai ke dapur, menjawab kebutuhan bahan makanan.

“Kita memaksimalkan aset-aset Mawar Moe yang ada di desa-desa untuk pemberdayaan,” kata Jefrin di sela-sela Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XXVII Tahun Buku 2025 di Aula Asumpta Katedral Ruteng, pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Jefrin menyambut baik program tersebut. Ia melihatnya sebagai peluang yang dapat meningkatkan ekonomi anggota.

“Hal ini kita berbicara tentang berdampak kepada anggota,” tutur Jefrin.

Sebelum memulainya nanti, kata dia, kelompok anggota perempuan terlebih dahulu mengikuti tahapan pelatihan yang diinisiasi oleh pengurus dan manajemen Kopdit Mawar Moe.

Setelah itu, lembaga menyiapkan bibit-bibitnya. Lalu tugas anggota ialah merawatnya.

Jefrin bilang, hasilnya nanti dijual ke pasar ataupun dapur MBG. “Penghasilan jualan mereka nanti akan diaturkan dalam mekanisme kelompok.”

Kopdit Mawar Moe juga berkomitmen turut membantu membuka akses pasarnya, kata Jefrin. “Nanti yang berhubungan dengan dapur-dapur itu adalah Mawar Moe,” tambahnya.

Menurutnya, tidak hanya itu, kelompok ini pula didampingi oleh pegawai lapangan yang punya pemahaman tentang pertanian.

“Hortikultura ini berdasarkan kebutuhan pasar. Apalagi sudah ada MBG, maka kita sudah mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan sayurnya,” tuturnya.

Jefrin mendorong anggota yang hendak mengajukan pinjaman mesti memiliki orientasi peminjaman. “Kadang-kadang banyak juga orang meminjam tanpa orientasi,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya memiliki kelas peminjaman, yang salah satu materinya tentang kewirausahaan anggota. Salah satunya wirausaha di sektor pertanian.

“Sebenarnya ini hanya kolaborasi saja, karena ini sudah dimulai sejak zamannya Maria Moe dengan membuka demplot-demplot,” katanya.

Maria, kata Jefrin, merupakan salah satu pendiri Kopdit Mawar Moe. Meski pola lama, program ini harus dihidupkan kembali sesuai tuntunan kondisi sekarang.

Program pemanfaatan aset ini juga bagian dari upaya menekankan angka kredit macet anggota, kata Jefrin. Kredit macet terjadi karena anggota salah menggunakan pinjaman.

“Karena tidak tahu harus kelolanya di mana, seperti apa dan bagaimana mengelolanya,” terangnya.

Maria Deby Minarni, Manajer Kopdit Mawar Moe berkata, angka kredit lalai tahun buku 2024 tercatat 16,1 persen. Angka ini turun menjadi 10,3 persenbpada 2025.

“Penurunan jumlah ini mencerminkan adanya perbaikan dalam pengelolaan dan penanganan peminjaman permasalahan,” kata Maria Debi.

Ia bilang, strategi yang dilakukan selama ini mengunjungi anggota dengan pendekatan persuasif. Manajemenselalu memberikan penjelasan bahwa uang yang dipinjam adalah uang milik banyak orang yang wajib angsur.

Sebab itu, Maria Debi mendorong anggota memanfaatkan aset-aset yang ada di beberapa desa untuk usaha produktif. Program tersebut sejalan dengan jumlah anggota yang berprofesi petani.

Ia menambahkan, Kopdit Mawar Moe memiliki 4.179 anggota yang bermatapencaharian sebagai petani atau sebanyak 60 persen dari total 7.018 anggota.

“Misalkan, mereka menanam buncis dari buncis itu mereka menjualnya. Dengan hasil jualan itu sebagiannya ia bisa cicil ke koperasi,” terangnya.

TERKINI
BACA JUGA