Ruteng, Ekorantt.com – Bupati Manggarai Timur sekaligus tokoh koperasi, Andreas Agas mendorong koperasi kredit agar melakukan pendampingan dan pendidikan anggota secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan demi memastikan pinjaman benar-benar dimanfaatkan untuk usaha produktif.
“Karena itu, anggota harus meminjam untuk usaha,” kata Agas saat memberikan pendidikan anggota KSP Kopdit Spirit Soverdia yang berlangsung di Aula Paroki Cewonikit-Ruteng, Kabupaten Manggarai pada Rabu, 25 Maret 2026.
Dalam proses kredit, peran koperasi sangat dibutuhkan untuk memberikan pelatihan bagi anggota yang punya potensi berwirausaha. Lalu koperasi memberikan akses modal saat anggota membutuhkan, kata Agas.
“Pendidikannya itu harus diarahkan ke situ ada anggota yang punya potensi usaha koperasi bikin pendidikan.”
Ia berkata, pendidikan sangat penting supaya ada pola pikir pada diri anggota. Dengan begitu, perilaku pinjaman anggota akan berubah —dari konsumtif ke produktif.
Pinjaman konsumtif bukan berarti tidak penting, kata Agas. Tetapi, dengan usaha produktif, anggota dapat maju secara ekonomi. Koperasi kredit juga dengan sendirinya maju apabila anggotanya maju.
“Pinjaman produktif itu untuk menghasilkan uang,” ujarnya lagi.
Agas bilang, anggota koperasi bisa memanfaatkan peluang dengan adanya program Makanan Bergizi Gratis (MBG). “Anggota bisa pinjam untuk tanam sayur atau pelihara ayam petelur, kebutuhan pasarnya luar biasa,” kata Agas.
Selain pendampingan, ia juga mendorong koperasi kredit membuka akses pasar bagi hasil usaha anggotanya.
“Katakan begini, dari Kopdit Spirit Soverdia ada anggota yang punya usaha apa, pemasaran kan bisa lewat koperasi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus KSP Kopdit Spirit Soverdia, Pastor Simon Suban Tukan berkata, kemajuan sebuah koperasi kredit sangat bergantung dari kesadaran, pemahaman serta pengetahuan anggota mengenai koperasi.
“Mulai dari tujuan pendiriannya, prinsip, dan nilai yang melandasi pendirian koperasi, dan pengelolaannya maupun cara mengelolanya,” kata Pastor Simon.
Kesadaran dan pemahaman tentang koperasi, kata dia, dapat membangkitkan partisipasi dan keterlibatan aktif anggota sebagai pemilik koperasi.
“Karena itu pendidikan yang terus-menerus dan berkelanjutan merupakan bagian yang sangat penting bagi kemajuan dan perkembangan koperasi, terutama Spirit Soverdia,” ucapnya.












