Bupati Ngada Sebut Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, DPRD: Belum Sesuai Target

Ketua DPRD Ngada Romilus Juji menyampaikan laporan kinerja yang disampaikan Raymundus masih bersifat umum.

Bajawa, Ekorantt.com – Bupati Ngada, Raymundus Bena, mengklaim pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ngada mengalami peningkatan sebesar 0,62 poin pada tahun 2025. Angka itu naik menjadi 4,28 persen dari tahun sebelumnya berada pada angka 3,67 persen.

Hal tersebut disampaikan Raymundus saat pidato pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) tahun anggaran 2025 di Ruang Sidang DPRD Ngada pada Senin, 30 Maret 2025.

“Secara absolut nilai produk domestik regional bruto (PDRB) juga menunjukkan peningkatan dari Rp2,58 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp2,69 triliun pada tahun 2025,” ujarnya.

Dari angka itu, ia mengklaim telah terjadi ekspansi aktivitas ekonomi daerah di Kabupaten Ngada. Perekonomian masih didominasi oleh sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 35,35 persen.

Sedangkan sektor administrasi pemerintahan berada di angka 18,50 persen, sektor konstruksi 11,78 persen, perdagangan besar dan eceran 9,24 persen, jasa keuangan dan asuransi 6,49 persen, dan sektor lain masing-masing berkontribusi di bawah 5 persen.

Sementara angka kemiskinan juga mengalami tren menurun yang mana pada 2024, angka kemiskinan berada di angka 11,87 persen atau turun menjadi 11,22 persen pada tahun 2025.

“Penurunan sebesar 0,65 persen poin ini mencerminkan adanya perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat,” katanya.

Angka itu, kata Raymundus, menunjukkan upaya pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan sudah menunjukkan hasil.

Ketua DPRD Ngada Romilus Juji menyampaikan laporan kinerja yang disampaikan Raymundus masih bersifat umum. “Pada dasarnya belum sepenuhnya sesuai dengan target-target yang ditentukan,” kata Romilus.

DPRD sendiri akan membahas secara detail LKPj bupati melalui panitia khusus yang dibentuk lembaga DPRD Ngada. “Di sini kita akan teliti lebih dalam lagi terkait capaian-capaian itu,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini juga menyoroti perkembangan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ngada masih jauh dari target. Baru ada delapan dapur yang beroperasi dari target dari 30 dapur.

Romilus pun mendorong lembaga swasta seperti koperasi ikut terlibat dalam program ini. “Sehingga nantinya keuntungan bisa untuk anggota,” tandasnya.

TERKINI
BACA JUGA