Bupati Nabit Luncurkan Beras Kemasan ‘Molas Manggarai’

Inovasi dalam kemasan dan penyesuaian dengan kebutuhan pasar, kata Nabit, menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha desa.

Ruteng, Ekorantt.com – Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit meluncurkan beras kemasan premium dengan jenama ‘Molas Manggarai’ di Tado Kembo, Desa Paka, Kecamatan Satarmese pada Rabu, 8 April 2026.

Sesuai dengan namanya, kata Nabit, beras ‘Molas Manggarai’ menjadi simbol kualitas beras yang dihasilkan, beras yang tidak hanya enak dikonsumsi tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Ia menambahkan, pengelolaan hasil pertanian dari hulu ke hilir bertujuan meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.

“Ini adalah langkah maju. Kita tidak hanya produksi, tetapi juga mengolah dan mengemas sehingga nilai tambah tetap tinggal di daerah,” ujarnya.

Inovasi dalam kemasan dan penyesuaian dengan kebutuhan pasar, kata Nabit, menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha desa.

“Dulu kita jual apa adanya, sekarang kita kemas dengan baik. Ini kemajuan yang harus kita jaga,” ujarnya.

Nabit mendorong pemerintah desa untuk berani berinovasi dan membangun industri berbasis pertanian di desa.

Sekretaris BUMDes Lonto Leok, Febriani Putri Ayu Lembo, dalam laporannya menyampaikan bahwa peluncuran ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi tonggak awal transformasi ekonomi desa berbasis inovasi dan kolaborasi.

Ia menjelaskan bahwa produk beras ‘Molas Manggarai’ merupakan hasil pengolahan gabah melalui teknologi modern yang menghasilkan beras berkualitas tinggi, bersih, dan memiliki nilai jual lebih.

“Produk ini adalah bukti bahwa teknologi desa mampu menghasilkan beras berkualitas yang siap bersaing di pasar modern,” jelas Febriani.

Sementara itu, Koordinator Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad) Kabupaten Manggarai, Largus Ogot menjelaskan bahwa program Tekad merupakan upaya pemberdayaan ekonomi desa yang telah berjalan sejak 2021 dan kini menjangkau 77 desa di Kabupaten Manggarai.

Ia mengatakan, keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra pembangunan.

“Program Tekad hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui penguatan kapasitas dan investasi berbasis potensi lokal,” jelasnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa pengelolaan usaha BUMDes harus dijalankan secara profesional sebagai entitas bisnis yang berkelanjutan.

Untuk diketahui, beras kemasan ‘Molas Manggarai’ merupakan hasil produksi BUMDes Lonto Leok di bawah binaan Tekad.

TERKINI
BACA JUGA