Kepala BNPB Janji Cairkan Dana Tunggu Hunian Tahap Dua Penyintas Lewotobi

"Besok atau lusa, setelah saya hadir di sini, saya pastikan dana tunggu hunian cair," kata Suharyanto saat berkunjung ke Flores Timur pada Jumat, 17 Juli 2026.

Larantuka, Ekorantt.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto berjanji segera mencairkan dana tunggu hunian (DTH) kepada para penyintas erupsi Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur.

“Besok atau lusa, setelah saya hadir di sini, saya pastikan dana tunggu hunian cair,” kata Suharyanto saat berkunjung ke Flores Timur pada Jumat, 17 Juli 2026.

Suharyanto bilang, belum cairnya dana tunggu hunian bagi pengungsi mandiri bukan karena kesengajaan. Pasalnya, penyaluran bantuan mesti melewati serangkaian tahapan dan prosedur.

Kata dia, dana belum dicairkan lantaran Bupati Flores Timur Anton Doni Dihen baru menandatangani dokumen penetapan penerima bantuan. “Jadi bukan BNPB tidak cairkan, yang ditandatangani Pak Bupati baru 4 Juni kemarin,” kata Suharyanto.

Sepulang dari kunjungan, Suharyanto berjanji, segera mencairkan dana tahap dua kepada masing-masing kepala keluarga penerima manfaat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur beralasan keterlambatan pengurusan dokumen terjadi karena adanya rotasi jabatan. Kalak dan bendahara BPBD diganti dan telah dijabat oleh orang baru.

Dalam kesempatan kunjungan Suharyanto, Wakil Bupati Flores Timur Ignas Boli Uran menguraikan jumlah pengungsi mandiri yang menerima dana tunggu hunian tahap kedua sebanyak 521 kepala keluarga. Jumlah itu berkurang dari tahap pertama yakni sebanyak 639 kepala keluarga.

“Yang memilih mengungsi mandiri yang dapat dana tunggu hunian tahap kedua, tetapi belum dapat sampai dengan saat ini,” ujar Ignas sembari berharap dana itu segera dicairkan.

Ignas juga menggambarkan progres penyiapan lahan untuk relokasi ribuan warga penyintas. Pemerintah sudah melakukan penetapan lokasi (Penlok) di dua lahan yakni Kuhe dan Todo.

Jumlah penyintas yang mengungsi terpusat maupun mandiri, kata Ignas, dari semula 2.209 kepala keluarga, kini bertambah menjadi 2.310 kepala keluarga.

Ignas berharap pembangunan sekitar 200-an hunian tetap segera dilaksanakan minimal pada akhir 2026. “Diharapkan akhir tahun sudah mulai ada pembangunan. Di Kuhe maksimal 25 hektare, kita baru manfaatkan lima hektare, kemudian Todo 18 hektar dan Walang 20 hektar,” jelasnya.

Penulis: Paul Kabelen

Ekora NTT juga memiliki serial liputan bertajuk  Setengah Hati Urus Pengungsi Lewotobi yang tayang di Teras.id. Liputan ini merupakan hasil Program Independent Media Accelerator (IMA) 2.0 batch 2, inisiatif strategis oleh Tempo Institute, Teras.id, dan AMSI. Klik di sini!

TERKINI
BACA JUGA