Kupang, Ekorantt.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan kembali membuka rute pelayaran kapal perintis di wilayah Nusa Tenggara Timur yang sempat ditutup sementara.
Penutupan rute pelayaran kapal perintis ini dilakukan mulai 1 – 19 Juli 2026 dan kembali membuka rute pelayaran pada 20 Juli 2026.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang, Ardhani Friandy mengatakan pihaknya telah mengaktifkan kembali lima rute pelayanan kapal perintis di wilayah NTT pasca-ditutup sementara.
“Sekarang sudah normal,” ujar Ardhani kepada Ekora NTT melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 21 Juli 2026.
Ia mengakui bahwa penutupan rute pelayaran kapal perintis di wilayah Nusa Tenggara bukanlah kewenangan dari PT ASDP melainkan Kementerian Perhubungan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Frederik Koenunu mengatakan penutupan rute pelayaran perintis bersubsidi di wilayah NTT dikarenakan anggaran belum cair dari pemerintah pusat.
“Berdasarkan surat yang masuk ke kita, proses pembiayaannya masih berproses di pusat,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa sampai saat ini, pemerintah provinsi belum menerima informasi telah ada pembukaan kembali jalur pelayaran perintis bersubsidi di NTT.
“Untuk informasi kelanjutan pelayaran ini langsung hubungi saja Kepala BPTD,” pungkasnya.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTT, Robert N. I. Tail mengatakan rute pelayaran kapal perintis di wilayah NTT telah kembali normal.
“Semua lintasan semua rute pelayaran per tanggal 20 juli sudah berjalan normal kembali,” ujar Robert.
Berikut lima armada perintis yang melayani rute pelayaran di wilayah NTT.
Pertama, KMP. Ile Mandiri dengan rute: Larantuka – Solor, Solor – Lewoleba, Adonara (Deri) – Baranusa, Baranusa – Bakalang, dan Bakalang – Kalabahi
Kedua, KMP. Ile Ape dengan rute: Kewapante – Palue, Palue – Marapokot, Kewapante – Pemana, dan Kewapante – Pulau Besar. Ketiga, KMP. Uma Kalada dengan rute: Sabu – Raijua dan Raijua – Waingapu.
Keempat, KMP. Namparnos dengan rute: Kalabahi – Pulau Pura, Pulau Pura – Teluk Gurita, dan Teluk Gurita – Maritaing. Kelima, KMP. Cakalang II dengan rute: Kupang – Nakliu.













