Program Desa Cantik Perkuat Literasi Data di Flores Timur

Peserta diharapkan mensosialisasikan pemahaman mereka agar literasi data bisa lebih dipahami secara meluas.

Larantuka, Ekorantt.comBadan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur meluncurkan program pencanangan dan sosialisasi desa/kelurahan cinta statistik (Cantik) di Kantor Camat Larantuka, Rabu, 15 April 2026.

Program cantik oleh BPS dibuka Wakil Bupati Flores Timur, Ignas Boli Uran, bertujuan memperkuat dan meningkatkan literasi data dengan lokus di tiga kelurahan, Pohon Sirih, Lokea, dan Lohayong.

Kepala BPS Flores Timur, Feliksia Penaten Kelo Siola mengatakan, data menjadi kompas sekaligus landasan penting dalam menavigasi setiap kebijakan yang tepat sasaran.

Feliksia menyebut siklus pembangunan yang kuat berangkat dari fondasi data. Keakuratan data juga dapat membantu pemerintah sehingga bisa mengelola risiko secara lebih terukur, kemudian memastikan agar alokasi sumber daya dilakukan efektif dan efisien.

“Dengan data yang berkualitas, maka kita tidak hanya merencanakan pembangunan, tetapi memastikan bahwa setiap kebijakan itu benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Feliksia.

“Data tidak hanya mendukung tetapi penggerak utama dalam siklus pembangunan,” sambungnya.

Feliksia menyadari tantangan besar dalam integrasi data. Data juga seringkali tersebar di berbagai institusi dengan metodologi dan definisi yang berbeda-beda. Hal ini diakui berpotensi menimbulkan tumpang tindih anggaran hingga kebingungan dalam menavigasi kebijakan.

Sebagai jawaban, kata dia, pemerintah telah menghadirkan inisiatif satu data Indonesia, namun tidak akan berjalan optimal apabila tanpa dukungan desa dan kelurahan yang paling dekat dengan masyarakat.

“Dalam konteks inilah, program kelurahan cantik (cinta statistik) menjadi sangat relevan dan strategis. Kelurahan cantik hadir sebagai upaya memperkuat tata kelola data di tingkat lokal, sehingga data yang dihasilkan menjadi lebih akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Feliksia.

Wakil Bupati Ignas Boli Uran, mengapresiasi kegiatan untuk membangun pemahaman dan kesadaran. Program itu dapat meningkatkan pengelolaan data kelurahan dan desa sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan melalui intervensi program kerja secara cepat dan benar.

“Dengan data yang tersedia, maka akan mempermudah akses pelayanan, menghemat waktu dan biaya. Ini juga bisa mempermudah pimpinan manapun dan semua user untuk menggunakan data akurat dan real time,” tuturnya.

Ignas menyentil metode penginputan data di tingkat desa atau kelurahan dan kecamatan yang seringkali tidak sesuai dengan kondiri riil. Hal ini terlihat dari penerima manfaat bantuan sosial (bansos).

“Bicara data itu sangat penting. Contoh kita di desa dan kelurahan, tiap kali orang datang mengadu soal PKH dan raskin. Menginput data tidak berdasarkan kondisi riil tapi suka tidak suka, keluarga saya atau bukan,” sebutnya.

Ignas berkata, penyiapan data pada tingkat bawah yang tidak akurat sangat berpengaruh terhadap intervensi berbagai persoalan yang diskriminatif. Padahal, data yang tepat dapat mengoptimalisasi pelayanan publik.

Camat Larantuka, Camat Larantuka, Alexander da Silva, mengaku persediaan data di kelurahan dan kecamatan masih jauh dari harapan bersama. Literasi data diakuinya masih sangat minim.

“Mudah-mudahan, dengan kegiatan pencanangan desa dan kelurahan cantik ini membantu kami di Kecamatan Larantuka dan kelurahan supaya bisa meningkatkan sumber daya sehingga dapat mengelola data sebagaimana yang dibutuhkan,” tuturnya.

Kegiatan pencanangan desa/kelurahan cantik dilanjutkan dengan sosialisasi oleh pihak BPS Flores Timur, dibawakan Aloysius Uje Kerans.

Selain tiga kelurahan, sosialisasi juga melibatkan beberapa kelurahan lain di sekitar Kecamatan Larantuka. Peserta diharapkan mensosialisasikan pemahaman mereka agar literasi data bisa lebih dipahami secara meluas.

Penulis: Paul Kabelen

TERKINI
BACA JUGA