Pemkab Ngada Buka Peluang Investasi di Tengah Keterbatasan Anggaran

“Efisiensi jangan dipandang negatif tapi harus dilihat sebagai hal positif dengan menggandeng sejumlah pihak swasta,” ujarnya saat kegiatan temu usaha di aula Patronat MBC Bajawa pada Senin, 13 April 2026.

Bajawa, Ekorantt.com – Pemerintah Kabupaten Ngada membuka peluang bagi puluhan pengusaha untuk berinvestasi di tengah situasi keterbatasan anggaran seperti saat ini.

Bupati Ngada, Raymundus Bena, mengatakan di tengah kebijakan pemangkasan anggaran, pemerintah daerah perlu melakukan kreativitas dan inovasi dalam melanjutkan pembangunan daerah.

Menurutnya, kerja sama dengan sejumlah investor merupakan langkah yang tepat agar perekonomian di masyarakat tetap berjalan.

“Efisiensi jangan dipandang negatif tapi harus dilihat sebagai hal positif dengan menggandeng sejumlah pihak swasta,” ujarnya saat kegiatan temu usaha di aula Patronat MBC Bajawa pada Senin, 13 April 2026.

Investasi itu, kata Raymundus, menyasar sejumlah bidang seperti pertanian, perkebunan, peternakan hingga perikanan. Pemerintah berkomitmen memberikan kemudahan perizinan, mengeluarkan kebijakan pro investasi, insentif berupa keringanan pajak daerah, promosi, hingga fasilitas akses jalan.

Pemerintah mengajak perguruan tinggi untuk melakukan kerja sama beasiswa ke jenjang perguruan tinggi demi membantu siswa kurang mampu. Langkah ini merupakan bagian dari penguatan sumber daya manusia (SDM) daerah.

“Sebelumnya pada temu pengusaha tahun lalu kita melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi sehingga berhasil mengirim ratusan mahasiswa ke sejumlah perguruan tinggi di Pulau Jawa dengan bantuan beasiswa,” kata Raymundus.

Ia bilang, kerja sama semacam itu telah meringankan beban orang tua. “Dan saya hitung selama lima tahun sekitar Rp60 miliar bisa ringankan beban para orang tua,” ucap Raymundus.

Pengusaha asal PT JYN Group Indonesia, Nicola Finardi, menyatakan  dukungan terhadap inovasi pemerintah daerah dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Pihaknya berkomitmen untuk membantu pemerintah dengan menyerap kopi petani untuk di jual ke Eropa.

Pasalnya, Ngada memiliki potensi Kopi Arabika Flores Bajawa (AFB) yang luar biasa. “Kopi AFB terkenal sampai di 10 negara di Eropa dan memiliki harga yang sangat tinggi,” kata Nicola.

Ketua DPRD Ngada, Romilus Juji, menyambut baik upaya pemerintah membangkitkan ekonomi masyarakat.

Secara kelembagaan, kata Romilus, mendukung lahirnya peraturan yang berpihak pada investasi tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat. Adanya regulasi akan membantu para investor mendapatkan kepastian hukum.

“Kami akan mengawal kebijakan pemerintah daerah agar mampu menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses investasi,” kata Romilus.

Ia menekankan agar investasi yang masuk tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja bagi tenaga lokal serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya.

TERKINI
BACA JUGA